Breaking News:

Asian Para Games 2018

Perjuangan Atlet Voli Duduk Indonesia Nina Gusmita, Tolak Kesedihan, Beradaptasi dengan Cepat

Meski dirinya memiliki keterbatasan fisik, Mita tak mau berlarut dalam kesedihan dan memutuskan untuk bangkit.

Penulis: Anggra Prasasti | Editor: Aji Bramastra
Instagram/sitting_volleyball_indonesia
Nina Gusmita (benomor punggung 8), bersama tim voli duduk putri Indonesia. 

"Sebenarnya sih nggak sampai buat down banget gitu kan, karena udah jalannya, emang udah takdir,

Ya udah nggak apa-apa, yang penting masih bisa olahraga," ungkapnya saat ditemui TribunSolo.com di GOR Bulutangkis Baturan, Karanganyar, Jawa Tengah.

sitting_volleyball_indonesia
instagram.com/sitting_volleyball_indonesia

Mita juga mengaku mendapat dukungan dari orang tua, terutama sang ibu yang dulunya juga atlet voli.

Awalnya, dirinya mengaku kesulitan mengikuti pola permainanan voli dengan posisi duduk.

"Harus belajar dari duduk, ngesot pakai tangan itu sulitnya. Kan ngejar bola harus cepat," ujar Mita.

Tapi secara luar biasa Mita mampu beradaptasi dengan cepat.

Terhitung dua tahun setelahnya, Mita kini sudah terbiasa menjalani voli paralimpik dan merasa senang bisa bermain bersama timnya.

Menurut perempuan usia 20 tahun ini, disabilitas bukanlah sebuah keterbelakangan, tapi justru sebuah inspirasi.

Dirinya berharap timnas voli putri Indonesia bisa meraih emas di Asian Para Games 2018 ini.

Mita juga berharap baik tim putri atau putra bisa memberikan yang terbaik dan bisa membuat Indonesia bangga.

"Kita butuh banget dukungan warga Indonesia khususnya kan kita olahraga difabel baru ya, apalagi voli duduk. Masih banyak juga yang belum tahu," ujar Mita.

Dukungan yang diberikan publik diharapkan bisa membuatnya dan tim voli semakin semangat bermain. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved