Polresta Solo Ajak Masyarakat Kenali Berita Hoax
Polresta Solo melalui tim siber terus berupaya melakukan pencegahan terhadap peredaran berita hoax di media sosial (medsos)
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polresta Solo melalui tim siber terus berupaya melakukan pencegahan terhadap peredaran berita hoax di media sosial (medsos).
Masyarakat pengguna media sosial diharapkan untuk bijak memilah berita yang terindikasi tidak benar atau hoax.
Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, dalam acara Silaturahmi dan Deklarasi Masyarakat Solo Raya Tanpa Hoax di Hotel Novotel Solo, Kamis (27/9/2018) siang, mempertegas pembeda berita yang tergolong hoax dan berita benar.
"Warga harus pintar untuk masalah hoax, harus bisa mengidentifikasi apakah berita itu benar atau tidak," jelasnya.
• Perut Makin Membesar, Istri Keenan Pearce Beri Bocoran Segera Melahirkan
Perwira polisi yang menjabat sebagai Ketua Tim Siber Polresta Solo itu juga menerangkan, berita hoax dapat dikenali mulai dari judulnya.
Menurutnya, berita hoax cenderung memiliki judul provokatif yang menarik perhatian warga agar membaca lalu membagikannya.
Bahkan, lanjutnya, berita hoax sering kali mencatut nama tokoh atau ahli dalam suatu pemberitaan.
• Menikmati Olahan Kambing di Rumah Joglo Bernuansa Tradisional, Tengkleng Mbak Diah Solo Jawabannya
Selain itu, warga juga harus mengenali keaslian foto yang dimungkinkan hanya menganbil melalui internet serta dibubuhi tulisan-tulisan tak benar.
"Untuk itu warga (pengguna medsos) diharapkan melakukan konfirmasi, mengecek dengan membandingkan tema berita atau kabar yang tersiar," paparnya.
Kemudian, ia mengimbau agar wega taj mudah membagikan atau menyebar berita melalui medsos.
Disampaikannya, saat ini Mabes Polri telah menyaring 3.500 akun yang terindikasi penyebaran berita hoax.
• Ketua MUI Solo Ajak Masyarakat Perangi Penyebaran Berita Hoax
Akun-akun tersebut berisi konten negatif berisi SARA, fitnah, menjelek-jelekkan satu pihak, hingga menyebarkan informasi tak benar.
"Untuk wilayah Solo, kita terus melalukam pemelusuran, belum ditemui akun-akun (hoax), namun jika ada pasti kita laporkan ke Bareskrim untuk ditindak," ucap Andy menambahkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wakapolresta-solo-akbp-andy-rifai_20180927_164220.jpg)