Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Korem 074/Warastrama Ingatkan Hal Penting Ini

Upacara tersebut merupakan wujud untuk mengenang kembali adanya tragedi nasional 30 September 1965 yang populer dengan sebutan G30S/PKI.

Tayang:
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Makorem 074/Warastratama Surakarta, di Kerten, Laweyan, Solo, Senin (1/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Korem 074/Warastratama Surakarta melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Pantauan TribunSolo.com, upacara digelar di Lapangan Makorem 074, Kerten, Laweyan, Solo, pada Senin (1/10/2018) pagi.

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) adalah Pelaksana Harian (Plh) Kepala Staf Korem 074, Letkol Inf Murdjoko.

Dia menjelaskan, upacara tersebut merupakan wujud untuk mengenang kembali adanya tragedi nasional 30 September 1965 yang populer dengan sebutan G30S/PKI.

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, UNS Solo Komitmen Perkuat Kampus Sebagai Benteng Pancasila

Pada tanggal itu, ujarnya, terjadi insiden yang merenggut nyawa enam Jenderal TNI AD dan sekian banyak anak bangsa lainnya yang di bunuh oleh PKI secara kejam dan keji.

"Peristiwa itu sebagai kudeta dengan tujuan mengubah ideologi Pancasila menjadi Ideologi komunis," kata dia.

"Namun karena ampuh dan saktinya Pancasila, yang terpatri kokoh sebagai pemahaman dan keyakinan dalam diri setiap anak Bangsa Indonesia, maka upaya PKI pun gagal," ujarnya menegaskan.

Murdjoko mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober harus dijadikan sebagai kesempatan untuk merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila.

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya hingga Kontroversi Film G30S/PKI

Hal ini penting khususnya bagi generasi muda bangsa ini.

"Generasi baru tidak akan memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan atas bangsa ini tanpa mengenali sesungguhnya sejarah kehidupan bangsanya," kata dia.

Di akhir sambutannya, Murdjoko menegaskan, sebagai generasi penerus perjuangan para pahlawan pihaknya mengajak seluruh prajurit memiliki kewajiban untuk senantiasa menjaga kokohnya Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia.

Menjaga  dari rongrongan kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved