Peresmian Sekolah Khusus Olahraga Difabel di Solo Diundur
Peresmian Sekolah Khusus Olahraga Difabel Indonesia (SKODI) di Kota Solo mundur dari jadwal.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Peresmian Sekolah Khusus Olahraga Difabel Indonesia (SKODI) di Kota Solo mundur dari jadwal.
Semula SKODI direncanakan diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Senin (17/12/2018).
Namun peresmian ditunda hingga Kamis (20/12/2018).
"Kemarin kami dapat informasi agar peresmian dilakukan Kamis (20/12/2018), mungkin berhubungan dengan jadwal Menpora," kata Humas National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Heri Isranto, Senin (17/12/2018).
Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun menambahkan ada empat cabang olahraga (cabor) yang ada di SKO Solo.
Yakni bulu tangkis, atletik, renang, dan tenis meja.
"Sekolah tersebut kami harapkan bisa jadi pusat pengkaderan dan regenerasi atlet difabel," imbuh Senny.
• Senin Besok, Menpora Imam Nahrawi Dijadwalkan Resmikan SKO Difabel di Solo
Direncanakan ada 35 siswa angkatan pertama yang dididik di SKO tersebut.
"Mereka yang dididik adalah atlet muda, sekitar kelahiran tahun 2002 keatas," ujarnya.
Lebih lanjut, untuk menggembleng atlet difabel, ada juga Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).
Di Solo, ada PPLP yang didanai APBD yaitu PPLP di Sumber.
Asrama tersebut menggembleng atlet atletik.
Sedangkan PPLP yang didanai APBN berada di Gremet, Manahan.
Cabor yang dibina adalah renang dan bulu tangkis.
"Pembinaan terus kami lakukan, agar regenerasi atlet tidak terputus," tutup Senny. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/menpora-imam-nahrawi_20180402_114009.jpg)