Gamelan dan Othok-othok Tandai Pergantian Tahun 2018 ke 2019 di Kota Solo, Jateng
Dengung gong yang dipukul oleh pejabat Kota Solo di lima panggung di Jl Slamet Riyadi Solo menandai bergantinya tahun 2018 ke 2019, Selasa (1/1/2019).
Penulis: Imam Saputro | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dengung gong yang dipukul oleh pejabat Kota Solo, Jateng, di lima panggung di Jl Slamet Riyadi Solo menandai bergantinya tahun 2018 ke 2019, Selasa (1/1/2019).
Gong dipukul tepat pada pukul 00.00 WIB diikuti dengan dibunyikannya othok-othok oleh masyarakat Solo dan tiupan trompet.
Tak selesai disitu, alunan lagu Jawa kemudian mengalun melengkapi perayaan detik-detik pergantian tahun.
Perayaan tahun baru di Kota Solo di konsep dengan nuansa tradisional.
• Tahun Baru 2019 di Solo, Alunan Gamelan Sambut Pergantian Tahun
"Tidak usah ada petasan, mari rayakan pergantian tahun dengan membunyikan gong dan karawitan," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Senin (31/12 /2018).
Sebelumnya, beragam kesenian tradisional mengisi malam pergantian tahun di Kota Solo sejak Senin malam.
Di lima panggung hiburan di sepanjang Jl Slamet Riyadi, Solo semuanya menampilkan kesenian tradisional.
Seperti loro blonyo, tarian lembu suro, wayang suket, dan tari ronggeng.
Selain itu, pada detik-detik pergantian tahun akan ditabuh gamelan secara serentak oleh lima kelompok karawitan dari perwakilan kecamatan di Solo.
Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan mengatakan ada lima panggung utama di Kota Solo untuk merayakan pergantian tahun ini.
“Panggung utama di depan Balai Kota Solo, kemudian ada 4 lainnya di depan Bank Jateng , di Plaza Sriwedari SSolo, depan Solo Grand Mal dan depan Diamond Solo,“ kata Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan.
Semua panggung akan menampilkan kesenian tradisional dan pada puncaknya saat detik-detik pergantian tahun akan ditabuh gamelan secara serentak.
“ Lima kelompok gamelan itu dari lima kecamatan di Solo, “ terangnya.
• Di Malam Tahun Baru, Kota Solo Kirim Doa Bersama Bagi Korban Bencana di Indonesia
Ia menambahkan para perayaan pergantian tahun juga diharapkan steril dari petasan dan kembang api.
Larangan menyalakan petasan dan kembang api tertuang dalam surat edaran (SE) Wali Kota Nomor 334/3826 tentang Pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2019.
Dalam SE itu, Wali Kota meminta seluruh lurah dan camat untuk mengimbau kepada warga untuk tidak menyalakan petasan dan kembang api saat malam pergantian tahun.
Alasannya dapat membahayakan lingkungan.
Selama CFN, Jl Slamet Riyadi mulai Purwosari hingga Gladag atau sepanjang 3,4 kilometer ditutup total.
Penutupan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga Selasa (1/1/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pemukulan-gong-oleh-wali-kota-solo-dan-jajaran-saat-detik-detik-pergantian-tahun.jpg)