Barongsai Tripusaka Solo Lahirkan Talenta Berbakat, Anggotanya Ada yang Masih Sekolah
Barongsai Tripusaka terus melahirkan talenta-talenta berbakat. Ada yang masih bersekolah hingga telah bergabung selama 15 tahun.
Penulis: Bobby W | Editor: Sri Juliati
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bobby Wiratama
TRIBUNSOLO.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2019 menjadi momen yang begitu spesial bagi perguruan Barongsai Tripusaka, Surakarta.
Ya, tepat pada Selasa (5/2/2019) hari ini, perguruan barongsai tertua di Surakarta ini genap menapaki usia 20 tahun.
Hal ini dikatakan Adjie Chandra, rohaniwan Khonghucu sekaligus Pembina Barongsai Tripusaka saat ditemui Tribunnews, Jumat (25/1/2019).
Adjie menjelaskan, Barongsai Tripusaka berdiri saat awal mula Reformasi.
Perayaan Imlek pertama pasca runtuhnya Orde Baru menjadi momen berdirinya Barongsai Tripusaka.
• Musim Hujan jadi Kendala Barongsai Tripusaka Siapkan Penampilan Jelang Imlek
Kini, 2 dekade berselang pasca dibentuk, Barongsai Tripusaka terus melahirkan talenta-talenta berbakat.
Lancarnya regenerasi di Barongsai Tripusaka terlihat dari sosok Epri Sunandra (28).
Pria yang bergabung sejak masih SD telah 'mengabdi' di Barongsai Tripusaka selama 15 tahun.
Kini, ia bertugas melatih anak didik baru yang beberapa di antaranya masih duduk di bangku SD.
Ketertarikan Epri pada seni barongsai bermula saat dirinya kerap melihat pementasan saat bersekolah di Tri Pusaka.
Berwal dari hal tersebut, Epri pun berinisiatif mendaftarkan dirinya sebagai anggota Barongsai Tripusaka.
Lima tahun berselang, Epri pun masih setia menekuni dunia seni barongsai.
• Perguruan Barongsai Tripusaka jadi Pioner Kesenian Barongsai di Solo, Begini Sejarahnya
Bahkan ia 'mewariskan' apa yang telah dipelajarinya pada anak-anak muda yang tertarik dengan kesenian asal China tersebut.
Bagi Epri, pendekatan untuk mengenalkan tradisi khas Tionghoa kepada generasi milenial harus melalui metode berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/epri-sunandra.jpg)