Kisah Sarmad, Seorang Muslim Pengurus Kelenteng di Karawang yang Rumahnya Tergerus Abrasi

Selepas matahari terbit, Selasa (5/2/2019), Sarmad sudah sibuk membersihkan kelenteng dan mempersiapkan perlengkapan sembahyang.

Tayang:
Editor: Fachri Sakti Nugroho
(KOMPAS.com/FARIDA FARHAN)
Sarmad (72) tengah mengecek perlengkapan peribadatan di Klenteng Dewi Kwan In, Dusun Pisangan, Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (5/2/2019). 

Kelenteng tersebut, kata Sarmad, dibuat oleh Apuy yang berasal dari Kalimantan. Apuy mempunyai usaha tambak di Dusun Pisangan.

Hanya saja, selepas Apuy meninggal, tak banyak orang yang datang untuk beribadah. Istrinya memilih pindah ke Jakarta.

"Sesekali ada yang datang dari Jakarta, Cikarang juga ada," ungkap Sarmad.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, kelenteng ini hanya mempunyai satu altar. Bagian depan kelenteng ini menghadap langsung lepas pantai.

Namun, sebagian halamannya depan kelenteng mulai tergerus abrasi. Sebelah kirinya teronggok reruntuhan bangunan yang telah ditinggalkan pemiliknya.

Rumah-rumah itu habis dimakan abrasi. Di sekitarnya juga tampak tambak-tambak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Sarmad, Seorang Muslim Pengurus Kelenteng di Pinggiran Pantai Karawang"
Penulis : Kontributor Karawang, Farida Farhan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved