Timses Jokowi Sebut Prabowo Makin Gencar Lanjutkan 'Drama Semburan Dusta'

Salah satunya ketika Prabowo mengatakan tidak akan ada perbaikan di Indonesia jika elite saat ini terus berkuasa

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menyebut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sedang melanjutkan propaganda firehose of falsehood.

Ace mengacu pada pidato Prabowo saat menghadiri perayaan ulang tahun ke 20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Salah satunya ketika Prabowo mengatakan tidak akan ada perbaikan di Indonesia jika elite saat ini terus berkuasa.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo dengan mengatakan semua elite-elite di negeri ini tidak akan ada perbaikan apabila berkuasa menunjukan kemiripan dari metode firehose of falsehood yang disampaikan saya sebelumnya," ujar Ace ketika dihubungi, Kamis (7/2/2019).

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UGM Diselesaikan Non-Litigasi, Ini Alasannya

Ace juga menyoroti ucapan Prabowo yang menyebut kekeliruan ini sudah berlangsung sejak era Orde Baru.

Menurut Ace, Prabowo lupa dirinya merupakan bagian dari Orde Baru.

Kiprah Prabowo selama era Orde Baru, kata Ace, juga dinilai tidak baik.

Kini, kata Ace, Prabowo kembali menyampaikan hal-hal bombastis mengenai negara.

KPK Periksa Ketua KONI untuk Telusuri Dugaan Suap Kemenpora

Seolah-olah hanya Prabowo yang bisa menyelamatkannya.

"Inilah bagian dari kelanjutan drama semburan dusta itu"

"Dia ingin mengatakan hanya dirinyalah yang memiliki kemampuan untuk mengelola bangsa ini," ujar Ace.

Prakiraan Cuaca Kamis (7/2/2019), Hujan Ringan di Kota Solo dan Sekitarnya

Namun Ace yakin masyarakat sudah memahami pola-pola propaganda seperti ini.

Dia meyakini pidato Prabowo tidak akan memengaruhi masyarakat.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menuturkan bahwa arah pembangunan Indonesia saat ini menuju ke arah yang keliru.

Kekeliruan arah pembangunan itu disebabkan oleh para elite gagal dalam mengelola negara.

Komisi X Buka Kesempatan Masyarakat Sampaikan Masukan Terkait RUU Permusikan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved