Kontroversi Limbah PT RUM
PT RUM Ajak Masyarakat Sukoharjo Buka Bersama dan Bahas Alat Pengolahan Limbah
PT Rayon Utama Makmur (RUM) ajak masyarakat sekitar lokasi pabrik untuk buka bersama sekaligus sosialisasi mengenai penanganan limbahnya, Senin (27/5)
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - PT Rayon Utama Makmur (RUM) ajak masyarakat sekitar lokasi pabrik untuk buka bersama sekaligus sosialisasi mengenai penanganan limbahnya, Senin (27/5/2019).
PT RUM merupakan perusahan yang memproduksi serat rayon, yang selama ini bau limbahnya sering dikeluhkan oleh masyarakat.
Sebagai wujud keseriusan PT RUM dalam menangani limbahnya, PT RUM mengundang sejumlah masyarakat untuk mensosialisasikan proses pengolahan limbahnya dengan alatnya wet scubber.
• PT RUM Sukoharjo Beberkan Cara Pengolahan Limbahnya
General Manager (GM) Human Resources Departement (HRD) PT RUM, Hario Ngadiyono mengatakan selama ini masyarakat mendapat informasi soal PT RUM dari orang lain dan media sosial (medsos) yang kurang jelas.
"Kita undang masyarakat sekitar, ada juga dari Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) untuk memberikan informasi apa yang sedang terjadi di PT RUM ini," katanya.
Pada acara itu, Hario memaparkan pengelolahan limbahnya, agar masyarakat mengetahui apa saja yang telah dilakukan PT RUM.
"Dengan acara ini tadi, kita berusaha membangun komunikasi dengan masyarakar, agar masyarakat tidak tahu-tahu demo."
"Tapi jika ada masalah, sebaiknya kita komunikasikan untuk mencari solusinya bersama-sama," imbuhnya.
• Alat Pengolah Limbah Baru Milik PT Rum Sudah Mulai Dirakit di China
Dia berharap, dengan komunikasi yang dibangun ini dapat menjadi solusi, bilamana ada kendala bisa dipecahkan dengan win win solution, yang menguntung baik untuk masyarakat dan perusahaan.
Sementara itu, ketua MPL Eko Supriyadi menyambut positif pertemuan antara masyarat dengan PT RUM ini.
Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh PT RUM, dia berharap persoalan lingkungan ini bisa menjadi perhatian serius dan dapat diselesaikan.
"Masalah lingkungan itu masalah yang serius, mudah-mudahan dengan upaya PT RUM dalam menangani limbahnya mampu mengatasi limbahnya."
"Mudah-mudahan tidak terulang lagi masalah bau limbahnya, dan masalah pipanisasi yang melalui sungai, kalau perlu dicek sebulan sekali ya dicek, agar saat musim hujan tidak ada masalah," jelasnya.
• Gelar Sidak di Pasar Tradisional, Dinas Pertanian KPP Kota Solo Temukan Hati Sapi Bercacing
Dia menambahkan, warga sebenarnya ingin perusahaan berjalan baik, namun dengan catatan warga masyarakat tidak merasa dirugikan.
"Masyarakat disisi lain mengiginkan keberadaan perusahaan, dan perusahaan juga ingin lingkungan mendukung, sehingga nanti akan saling menguntungkan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pertemuan-warga-dengan-manajemen-pt-rum-di-mushola-didalam-pabrik-pt-rum.jpg)