Protes Pilkades, Ratusan Warga Desa Butuh Boyolali Gruduk Kantor Kecamatan Mojosongo 

Ratusan warga desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali geruduk Kantor Kecamatan Mojosongo, Selasa (8/7/2019) pukul 10.00 WIB.

Protes Pilkades, Ratusan Warga Desa Butuh Boyolali Gruduk Kantor Kecamatan Mojosongo 
TribunSolo.com/Ryantono
Massa yang berkumpul di Kantor kecamatan Mojosongo, Boyolali, Selasa (8/7/2019). 

"Panitia nangdi jelasno (panitia dimana jelaskan)," papar orator.

Sebelumnya dalam Pilkades Butuh, Kecam

Waspadai Bentrok, Kapolda Jateng Imbau Perketat Pengawasan Euforia Massa Pendukung Pilkades Boyolali

atan Mojosongo sempat memanas, pada Sabtu (29/6/2019) sore.

Calon Kepala Desa (Cakades) Butuh ada 5 yakni Calon 1 Agus Haryono, Calon 2 Joko Marsila, Calon 3 Budi Pramono, Calon 4 Dwi Santoso, Calon 5 Bambang Wartono.

Setelah penghitungan suara selesai dari pihak Calon 2 Joko Marsila melakukan protes pada Pilkades E - Voting.

"Kami mencurigai sebab ada surat suara kosong dan data di komputer hilang," terang Joko Marsila ditemui di TPS Desa Butuh, Sabtu (29/6/2019).

Dia mengatakan ada selisih 18 suara antara Joko Marsila dan Agus Haryono.

Suara Calon 1 Agus Haryono : 864 dan Calon 2 Joko Marsila: 846.

Joko Marsila menuding panitia tidak transparan dan curang sebab data di komputer juga hilang.

Berdasarkan hal tersebut dengan berbagai pertimbangan berbagai pihak akhirnya diputuskan untuk membuka hasil Print Out yang ada pada kotak suara.

"Setelah nanti ada pembukaan hasil Print Out yang ada pada kotak suara kami terima Hasilnya, yang penting transparan," tegas Joko. (*)

 
 

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved