BEM UNS Gelar Aksi Simbolik Buka Lapak Baca di depan Polresta Solo, Ini Alasannya
Setelah itu memasang tulisan bentuk keprihatinan mereka di gerbang Mapolresta Solo.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS menggelar aksi simbolik dengan membuka Lapak Baca di depan Polresta Solo, Jumat (2/9/2019).
Mereka datang pukul 14.00 WIB di depan Gerbang Mapolresta Solo.
Setelah itu memasang tulisan bentuk keprihatinan mereka di gerbang Mapolresta Solo.
Koordinator Aksi Rico Ardy mengatakan, mereka menggelar kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kejadian di Probolinggo, Jawa Timur.
Di mana saat itu ada penangkapan dan penyitaan buku milik Komunitas Vespa Literasi.
"Kepolisian Sektor Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur saat komunitas itu menggelar lapak baca gratis di Alun-alun Kraksaan ditangkap dan bukunya disita," kata Rico.
• Kolam Air Pesona Alam Tirta Klaten Jadi Daya Tarik, Tempat Favorit Untuk Berswafoto
• Cucu Robert F Kennedy Ditemukan Tewas di Kompleks Kennedy, Sebelumnya Sempat Lawan Depresi
• Dugaan Prostitusi Tempat Spa di Kediri Terungkap, Saat Polisi Gerebek Ada Layanan Seks Menyimpang
• Rumah Sakit UNS Resmikan Layanan Vaksinasi Meningitis Meningococcal
Aksi itu jelas tidak sejalan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-VII/2010 yang mencabut Undang - Undang Nomor 4/PNPS/1963.
"Dulu di Kediri juga ada kegiatan serupa, kami tidak ingin ini terulang makanan kami lakukan aksi ini," kata Rico.
Mereka dalam aksi tersebut mengatakan mengajak masyarakat tidak perlu takut untuk membaca.
Jangan sampai kesewenangan aparat ini membatasi literasi serta kebebasan akademik.
"Kami tidak ingin hal itu terulang lagi dikemudian hari," kata Rico. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/aksi-di-mapolresta-solo-oleh-badan-eksekutif-mahasiswa-uns.jpg)