Mendagri Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Dipisah: Mahasiswa Juga akan Dilibatkan

Kemendagri juga meminta agar masa kampanye pemilihan kepala daerah, Pileg, dan Pilpres nantinya dipersingkat.

Mendagri Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Dipisah: Mahasiswa Juga akan Dilibatkan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berbicara kepada wartawan pada konferensi pers laporan akhir tahun, di kantor Kemendagri Jakarta, Rabu (26/12/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, SUMEDANG - Kementerian Dalam Negeri akan mengusulkan agar pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada pemilu mendatang digelar secara dipisah.

Selain itu, Kemendagri juga meminta agar masa kampanye pemilihan kepala daerah, Pileg, dan Pilpres nantinya dipersingkat.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Kemendagri akan mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) agar Pileg dan Pilpres 2024 tidak digabung dalam waktu yang bersamaan.

"Nanti diusulkan apakah masuk undang-undang atau cukup revisi Peraturan KPU bahwa masa kampanye Pileg dan Pilpres itu dipersingkat, maksimum dua bulan," ujar Tjahjo di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (5/8/2019) siang.

Jokowi Singgung soal FPI, Mendagri Tjahjo Kumolo Sebut sebagai Peringatan Juga untuk Ormas yang Lain

Tjahjo menuturkan, usulan juga meliputi pelaksanaan Pileg dan Pilpres tidak digabung seperti Pemilu 2019 lalu.

 "Usul revisi nanti antara pileg dan pilpres dipisah."

"Nantinya, keserentakannya tidak (lagi) pada hari dan jam yang sama."

"Bisa terpaut dua minggu atau satu bulan, nanti diusulkan," tutur Tjahjo.

Tjahjo Kumolo: Jangan Golput, Gunakan Hak Pilih

Tjahjo menyebutkan, pelaksanaan Pileg untuk DPRD kabupaten dan DPRD provinsi diusulkan digabung.

Namun, terpisah dengan pelaksanaan Pileg DPR RI dan DPD RI.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved