Breaking News:

Mendagri Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Dipisah: Mahasiswa Juga akan Dilibatkan

Kemendagri juga meminta agar masa kampanye pemilihan kepala daerah, Pileg, dan Pilpres nantinya dipersingkat.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berbicara kepada wartawan pada konferensi pers laporan akhir tahun, di kantor Kemendagri Jakarta, Rabu (26/12/2018). 

Tjahjo mengatakan, selain usulan itu, pihaknya juga menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberlakukan sistem online e-rekapitulasi.

Kemudian, KPU diharapkan lebih selektif dalam rekrutment kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

"Termasuk nanti untuk rekrutment KPPS-nya juga nanti harus memerhatikan faktor kesehatan, dan asuransinya."

"Semua pihak dilibatkan, termasuk mahasiswa harus dilibatkan," kata Tjahjo.

Wacanakan e-Rekapitulasi

Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera menilai wacana penggunaaan rekapitulasi suara secara elektronik dalam Pilkada 2020 merupakan ide yang menarik.

Menurut Mardani, penerapan rekapitulasi elektronik dapat mempersingkat waktu penghitungan perolehan suara.

Menpora Imam Nahrawi dan Istri Naik Haji Lewat Jalur Reguler Setelah Antre 7 Tahun

"Ide e-rekap (rekapitulasi elektronik) menarik. Mereka (KPU) belum simulasi, kalau mereka sudah simulasi berarti waktu perhitungannya menjadi lebih pendek sehingga itu bisa dialokasikan buat yang lain," ujar Mardani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Mardani mengatakan, wacana penerapan rekapitulasi elektronik dimungkinkan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Kendati demikian, Komisi II dan KPU masih harus menggelar rapat untuk memperdalam wacana tersebut.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved