Ayah Meninggal dan Ibu Pergi, 3 Bersaudara di Boyolali Hidup Sengsara: Putus Sekolah karena Di-bully
Anak ketiga dari keluarga yatim asal Dusun Ngepreh, Sambi, Boyolali, Endah Puspitasari kerap menjadi sasaran bully dari teman-temannya semasa sekolah.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Anak ketiga dari keluarga yatim asal Dusun Ngepreh, Desa Kepoh, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Endah Puspitasari ini kerap menjadi sasaran bully dari teman-temannya semasa sekolah.
Selain karena tak punya biaya sekolah, bullying tersebut menjadi alasan kenapa Endah putus sekolah.
"Soalnya teman-teman saya dulu banyak yang ngejek dan suka membandingkan antar teman dan saya nggak nyaman," katanya Rabu (7/8/2019) siang.
"Terus karena tidak nyaman akhirnya saya keluar saja," katanya.
• Ayah Meninggal Ibu Pergi Tak Kembali, 3 Bersaudara di Boyolali Dibantu Tetangga untuk Bertahan Hidup

Endah mengaku dirinya sempat bersekolah hanya sampai kelas 2 SMP hingga akhirnya keluar.
Setelah keluar dirinya pun tidak ingin kembali ke bangku sekolah.
Saat ini dirinya telah berusia 18 tahun dan ingin bekerja.
"Saya mending kerja saja daripada sekolah."
"Kalau kerja dapat uang apalagi nanti kalau tinggal sendiri bisa lebih mandiri," katanya.
Endah saat ini mengaku sangat membutuhkan pekerjaan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.
"Dulu ada yang menawari tapi harus keluar kota jadinya tidak bisa," katanya.
Selama 4 bulan tidak bersama ibunya, Endah kini harus mengurus rumah dan memasak untuk kakak dan adiknya.
Terkadang dirinya membeli sayur di warung dan menanak nasi sendiri.
Kakak pertamanya yakni Lanjar Santoso telah menikah dan tinggal di Purwodadi.