Berita Terbaru Karanganyar

105 Hektare Sawah di Karanganyar Terancam Gagal Panen Karena Irigasi dari Waduk Gondang Tak Aktif

Hal itu disebabkan karena air irigasi yang ada di waduk Gondang ditutup karena ada proyek penggenangan waduk.

105 Hektare Sawah di Karanganyar Terancam Gagal Panen Karena Irigasi dari Waduk Gondang Tak Aktif
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Suparno warga Desa Tawangsari, Karanganyar yang memangkas padinya karena luapan rasa kekecewaanya pada pihak waduk 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR- Sudah sejak 27 Juli 2019 air irigasi dari waduk Gondang tak aktif, sehingga tak lagi mengairi sawah-sawah yang ada di Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Hal itu disebabkan karena air irigasi yang ada di waduk Gondang ditutup karena ada proyek penggenangan waduk.

Padahal di sisi lain petani menjadikan air waduk tersebut sebagai tumpuan masyarakat di saat musim kemarau.

Pasalnya di tahun-tahun sebelumnya masa taman ketiga yang jatuh pada musim kemarau akan menghasilkan hasil panen yang melimpah.

Namun dengan adanya bantuan air irigasi, dan saat ini sudah tidak bisa lagi.

Sapi Presiden Jokowi Tiba di Masjid Agung Surakarta, Disambut Bahagia Anak-anak

Tanah yang ada di sawah pun mulai pecah-pecah akibat kekeringan.

Padi yang kini sudah berumur 45 hari pun terancam gagal panen.

Petani Protes

Puncaknya sebagai bentuk luapan kekecewaan, seorang petani memangkas tanaman padinya yang merupakan bentuk rasa protes pada pihak waduk.

"Ini bentuk dari rasa kekecewaan petani karena tidak ada sosialisai sebelumnya oleh semua pihak," jelas Suparno pada Tribunsolo.com.

Idul Adha 2019, Pemkot Solo Hibah Tujuh Ekor Sapi untuk Masjid di Solo

Sedang Dekat dengan Roy Kiyoshi, Evelyn Nada Anjani Akui Dapat Panggilan Sayang Bunny

Selain itu Suparno mengaku sudah menunggu sosialisai dari pihak waduk dari sesudah masa panen kedua dan tetap tidak ada informasi.

"Di bulan Juni petani sudah mulai menanam padi untuk masa tanam ketiga baru ada surat edaran pada tanggal 9 Juli 2019 perihal persoalan air waduk akan ditutup," tambahnya, Jumat (9/8/2019).

"Ketika petani sudah berjalan setengah jalan malah waduk ditutup, 1 sampai 1,5 bulan lagi kan sudah panen harusnya," tutupnya. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved