Berita Terbaru Sukoharjo

Begini Cara Membuat SKCK di Polres Sukoharjo, Siapkan Syarat-syarat Berikut

Di Kabupaten Sukoharjo, SKCK bisa dibuat di Polsek sesuai domisili atau Polres Sukoharjo dengan membawa berkas yang diperlukan.

Begini Cara Membuat SKCK di Polres Sukoharjo, Siapkan Syarat-syarat Berikut
TribunSolo.com/Agil Tri
Sejumlah orang saat mengantri SKCK di Polres Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau yang lebih dikenal dengan sebutan SKCK, adalah surat keterangan resmi yang diterbitkan oleh Polri untuk menerangkan tentang ada ataupun tidak adanya catatan seseorang yang bersangkutan dengan kriminalitas.

Membuat SKCK caranya tidak terlalu sulit, cukup menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk membuat SKCK.

Setelah mumbuat SKCK, maka setiap enam bulan SKCK harus diperbarui lagi, karena SKCK memiliki masa batas berlaku selama enam bulan setelah SKCK diterbitkan.

Di Kabupaten Sukoharjo, SKCK bisa dibuat di Polsek sesuai domisili atau Polres Sukoharjo dengan membawa berkas yang diperlukan.

Untuk permohonan baru, pemohon membawa fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi akte kelahiran, fotokopi identitas lahir bagi yang belum memenuhi syarat, Pas foto 4X6 sebanyak empat lembar, dan sidik jari.

Polisi Buka Suara soal Video Viral Kakek Tunawisma Diikat Sarung dan Didorong Sejumlah Pemuda

Cerita Wirda Mansur Pernah Harus Bersabar demi Punya Laptop, Padahal Berstatus Putri Ustaz Kondang

Jadi Pemberitaan Media Asing, Aksi Demian Aditya di Australia Got Talent Dituding Sandiwara

Pemohon kemudian meminta formulir dilokasi pembuatan SKCK yang kemudian diisi sesuai data yang yang dibutuhkan.

Berkas-berkas tersebut kemudian diserahkan ke loket penyerahan berkas, yang kemudian akan diperiksa kelengkapannya.

Jika masih belum lengkap, maka pemohon akan diminta untuk melengkapi atau membetulkan.

Petugas kemudian akan melakukan penelitian berkas yang diajukan, dengan cross ceg dengan data pelaku kriminal atau organisasi terlarang.

Jika pemohon bersih dari tindak kriminal, proses akan dilanjutkan.

Namun jika pemohon ada keterlibatan dengan kriminalitas atau keterlibatan dengan kelompok terlarang makan proses lanjutan disertai dengan catatan keterlibatan pemohon.

Setelah itu, petugas akan menerbitkan SKCK pemohon yang kemudian SKCK akan diserahkan kepada pemohon.

Namun sebelum pemohon menerima SKCK, pemohon dikenakan biaya sebesar Rp 30 ribu yang mana sudah diatur dalam PP nomor 6 tahun 2016. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved