Paulus Tannos Tersangka Kasus e-KTP Tinggal di Singapura, KPK akan Periksa Lewat Video Call

Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos, ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Paulus Tannos Tersangka Kasus e-KTP Tinggal di Singapura, KPK akan Periksa Lewat Video Call
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (kiri), dan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/6/2018) dini hari. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos, ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, dapat menghadirkan Tannos yang kini tinggal di Singapura untuk diperiksa sebagai tersangka.

Sebab dalam persidangan terpidana kasus e-KTP Irman dan Sugiharto, KPK tak mampu menghadirkan Paulus Tannos ke dalam persidangan.

Tannos bersaksi melalui video jarak jauh dari Singapura. 

Wakil ketua KPK, Saut Situmorang menyampaikan sebelum menetapkan Tannos sebagai tersangka, penyidik telah melakukan interaksi terhadap Paulus Tannos.

Empat Tersangka Baru Kasus e-KTP: Miryam Hariyani, Isnu Edhi, Husni Fahmi dan Paulus Tannos

Saut Situmorang meyakini dapat menghadirkan Paulus Tannos untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Proses awal di penyelidikan sudah ada interaksi dengan PLS (Paulus Tannos). Jadi nanti bagaimana di penyidikan," ucap Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurut Saut Situmorang, KPK akan bekerjasama dengan otoritas Singapura untuk membawa Paulus Tannos ke Gedung KPK Jakarta.

Hal ini dilakukan agar penyidik dapat menggali secara rinci soal keterlibatan Tannos dalam perkara e-KTP.

"Kita lihat penyidik seperti apa, yang pasti kerja sama dengan otoritas setempat itu sudah jalan, nanti kita lihat bagaimana bisa menghadirkan," ujar Saut Situmorang.

KPK sudah Kantongi Beberapa Nama Tersangka Kasus Korupsi e-KTP

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved