Berita Terbaru Karanganyar

Kisah di Balik Nazar Ayam Darno saat Upacara Mondosiyo Tawangmangu Karanganyar

Darno menjadi salah satu warga yang melakukan lepas ayam demi menebus sebuah nazar yang telah dijanjikan di waktu yang lalu kepada Tuhan.

Kisah di Balik Nazar Ayam Darno saat Upacara Mondosiyo Tawangmangu Karanganyar
TribunSolo.com/Reza
Acara puncak Mondosiyo saat warga berebut ayam, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGNAYAR - Darno menjadi salah satu warga yang melakukan lepas ayam demi menebus sebuah nazar yang telah dijanjikan atau diucapkan di waktu yang lalu kepada Tuhan.

Lepas ayam dilakukan Darno saat mengikuti Upacara Adat Mondosiyo pada Selasa (13/8/2019).

Acara Mondosiyo berlangsung di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu dari pukul 15.00 WIB sampai 17.15 WIB.

Gelaran Adat Mondosiyo di Tawangmangu Karanganyar, Warga Berebut Ayam Keberkahan

Namun rangkaian acara Mondosiyo sendiri sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu dan puncaknya pada hari ini.

Darno (65) mengungkapkan jika sebelumnya istrinya sempat sakit dan dirinya berjanji akan melepas ayam sebagai nazar atas kesembuhan istrinya.

“Iya nazar buat istri, sebagai ungkapan syukur saja kepada Tuhan,” jelasnya pada Tribunsolo.com.

Setiap ada perayaan Upacara Adat Mondosiyo Darno mengaku hanya melepas ayam untuk beberapa kali saja atau tidak sering.

“Kalau ndak ada omongan atau janji, saya ya nggak ngelepas ayam. Kalau ada omongan baru saya lepas ayam di Mondosiyo,” imbuhnya.

Audri Viranti, Anggota Paskibra Menghilang, Tetangga Melihat Korban Memiliki Tatapan Mata Kosong

Mondosiyo merupakan Upacara Adat yang dilakukan turun-temurun dari nenek moyang masyarakat setempat.

Dengan melakukan lepas ayam ini dapat menambahkan rasa syukur kepada Tuhan, atas doa yang telah dikabulkan.

Warga setempat akan memburu ayam yang sudah dilepas oleh para penazar..

Karena kebanyakan warga setempat menyakini jika ayam tersebut merupakan berkah agar dapat terhindar dari mala petaka. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved