Berita Karanganyar Terbaru

Gelaran Adat Mondosiyo di Tawangmangu Karanganyar, Warga Berebut Ayam Keberkahan

Ratusan warga Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu berkumpul untuk menyaksikan Upacara Adat Mondosiyo, Selasa (13/8/2019).

Gelaran Adat Mondosiyo di Tawangmangu Karanganyar, Warga Berebut Ayam Keberkahan
TribunSolo.com/Reza
Acara puncak Mondosiyo saat warga berebut ayam, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ratusan warga Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu berkumpul untuk menyaksikan Upacara Adat Mondosiyo, Selasa (13/8/2019).

Mondosiyo merupakan upacara adat yang dilakukan turun-temurun dari nenek moyang masyarakat setempat.

Sebelum acara puncak Mondosiyo dimulai, warga Dusun Pancot disuguhi aksi tiga rombongan reog, diantaranya Gombong Sari, Singo Gilang, dan Singo Pancat Mulyo.

Kemudian dilanjutkan doa oleh para tetua dan pejabat setempat.

Polres Karanganyar Membangun Sinergitas Criminal Justice System Guna Wujudkan Hukum yang Profesional

Menurut Bayan Dusun Pancot Santo, Mondosiyo merupakan hari peringatan Dusun yang sekaligus dijadikan momen membayar nazar yang telah diucapkan.

Mondosiyo dilaksanakan setiap enam lapan menurut kalender jawa atau sekitar 210 hari.

“Acara ini sebagai wadah masyarakat untuk menepati janji atas nazar yang telah di ucapkan, dengan melepas ayam,” terangnya pada Tribunsolo.com.

Masyarakat melepas ayam ke atap rumah adat setempat dan kemudian warga akan berebut untuk mendapatkan ayam-ayam tersebut.

Warga setempat menyakini jika ayam tersebut merupakan berkah agar dapat terhindar dari mala petaka.

Setiap warga diberi kebebasan untuk dapat menangkap ayam yang sudah dilepaskan oleh warga yang bernazar, dengan cara memanjat atap rumah adat, memukul-mukul atap rumah adat, maupun menggiring ayam dengan galah agar bisa turun dan terkangkap.

Gudang SMAN 1 Karanganyar Terbakar, Diduga Karena Konsleting Listrik

Acara Mondosiyo juga diiringi oleh gamelan untuk membangkitkan semangat warga dalam berebut ayam.

Camat Tawangmagu Rusdianto mengaku akan terus mempertahankan dan melestarikan kebudayan masyarakan yang sudah ada seperti Mondosiyo. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved