Berita Solo Terbaru

MTsN 2 Surakarta Diterpa Isu Pungli di Medsos, Ini Penjelasan Komite Sekolah

Beredar postingan dari akun Shiela Ariesz Rawass di Facebook yang mengeluhkan perihal pungutan dana di MTsN 2 Surakarta.

Tayang:
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Ryantono
Tangkapan layar postingan akun Shiela Ariesz Rawass di Facebook yang mengeluhkan prihal pungutan di MTsN 2 Surakarta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - MTsN 2 Surakarta diterpa isu tidak sedap di media sosial, Rabu (14/8/2019).

Beredar postingan dari akun Shiela Ariesz Rawass di Facebook yang mengeluhkan perihal pungutan dana di MTsN 2 Surakarta.

Akun Shiela Ariesz Rawass tersebut juga mengaku menggunakan akun cadangan agar anaknya tidak dikucilkan para guru.

Akun Shiela Ariesz Rawass tersebut mengeluhkan tarikan dana pengadaan lahan yang dibebankan pada siswa sebesar Rp 1,9 juta per siswa.

UMS Tempati Peringkat 5 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi UniRank, Ini Alasannya

Bahkan dia juga mengatakan ada mark-up dana dari Ketua Komite yang mana harga sebenarnya Rp 3 juta menjadi Rp 8 juta.

"Madrasah juga tidak mengeluarkan kuitansi pembayaran saksi seluruh wali murid kelas 7," tulis akun Shiela Ariesz Rawass.

Menanggapi postingan akun tak dikenal tersebut, Ketua Komite MTsN 2 Surakarta Anwar Hamdani menjelaskan, ada missed komunikasi dari orangtua yang memposting tersebut.

Anwar Hamdani mengatakan, saat ini MTsN 2 Surakarta sedang melakukan pengembangan untuk membeli tanah di barat Masjid MTsN 2 tersebut.

"Itu istilahnya bukan pungli, kami menawarkan pada orang tua siswa untuk wakaf tanah untuk sekolah dan itu sukarela," papar Anwar Hamdani di hubungi TribunSolo.com, Rabu (14/8/2019).

Menurut Anwar ada komunikasi yang berbeda ditangkap orang tua siswa yang memosting di medsos tersebut.

"Sukarela, kalau tidak mau ikut iuran tidak apa-apa dan tanah wakaf nanti untuk pengembangan madrasah," jelas Anwar.

Rencananya, kalau tanah di barat Masjid MTsN 2 tersebut sudah terbeli akan diajukan bantuan ke Kementerian dibangun gedung sarana pembelajaran.

Bagian bawahnya digunakan untuk parkiran sepeda siswa.

Anwar menegaskan, komite tidak memaksa, iuran tersebut hanya bersifat imbauan pada orangtua untuk pengembangan madrasah.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved