Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua Lantaran Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih

Kasus ini berawal dari dugaan adanya perusakan bendera Merah Putih oleh mahasiswa sehingga ratusan kelompok ormas memadati asrama mereka.

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). 

Namun, karena banyaknya massa yang mengepung asrama, para mahasiswa ketakutan. "Polisi sendiri tak memberi jaminan keamanan," ujar dia.

Tanggapan Erick Thohir saat Ditanya soal Kesiapan Jadi Menteri: Banyak Mimpi-mimpi yang Lain

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 mahasiswa asal Papua dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Mereka dibawa setelah polisi menembakkan gas air mata dan menjebol pintu pagar Asrama Mahasiswa Papua, pada Sabtu (17/8/2019) sore.

Puluhan mahasiswa Papua tersebut diangkut paksa dan dimasukkan ke dalam truk oleh aparat kepolisian.

Wakil Kepala Polrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, mahasiswa Papua tersebut dibawa untuk kepentingan pemeriksaan.

Situasi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, saat itu mencekam, kala didatangi sejumlah anggota organisasi masyarakat.

Kasus ini berawal dari dugaan adanya perusakan bendera Merah Putih oleh mahasiswa sehingga ratusan kelompok ormas memadati asrama mereka sehari sebelum peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia.

Namun, hal itu sudah dibantah oleh mahasiswa asal Papua itu. (Kontributor Kompas.com Surabaya, Ghinan Salman)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved