Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua Lantaran Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih
Kasus ini berawal dari dugaan adanya perusakan bendera Merah Putih oleh mahasiswa sehingga ratusan kelompok ormas memadati asrama mereka.
Namun, karena banyaknya massa yang mengepung asrama, para mahasiswa ketakutan. "Polisi sendiri tak memberi jaminan keamanan," ujar dia.
• Tanggapan Erick Thohir saat Ditanya soal Kesiapan Jadi Menteri: Banyak Mimpi-mimpi yang Lain
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 mahasiswa asal Papua dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.
Mereka dibawa setelah polisi menembakkan gas air mata dan menjebol pintu pagar Asrama Mahasiswa Papua, pada Sabtu (17/8/2019) sore.
Puluhan mahasiswa Papua tersebut diangkut paksa dan dimasukkan ke dalam truk oleh aparat kepolisian.
Wakil Kepala Polrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, mahasiswa Papua tersebut dibawa untuk kepentingan pemeriksaan.
Situasi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, saat itu mencekam, kala didatangi sejumlah anggota organisasi masyarakat.
Kasus ini berawal dari dugaan adanya perusakan bendera Merah Putih oleh mahasiswa sehingga ratusan kelompok ormas memadati asrama mereka sehari sebelum peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia.
Namun, hal itu sudah dibantah oleh mahasiswa asal Papua itu. (Kontributor Kompas.com Surabaya, Ghinan Salman)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mahasiswa-papua.jpg)