Berita Wonogiri Terbaru

Ketua PSH Winongo Pastikan Residivis AN yang Ditembak Mati di Wonogiri Beraksi atas Nama Pribadi

Residivis kasus kriminal yang meresahkan masyarakat Wonogiri berinisial AN alias W melakukan aksinya atas nama pribadi, bukan atas nama organisasi.

Ketua PSH Winongo Pastikan Residivis AN yang Ditembak Mati di Wonogiri Beraksi atas Nama Pribadi
TribunSolo.com/Agil Tri
Konfrensi pers di Mapolres Wonogiri, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Residivis kasus kriminal yang sering meresahkan masyarakat Wonogiri berinisial AN alias W melakukan aksinya atas nama pribadi, bukan atas nama organisasi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PSH Winongo Kabupaten Wonogiri, Riyanto, saat konfrensi pers di Mapolres Wonogiri, Kamis (22/8/2019).

Nama AN semakin santer dibicarakan masyarakat, pasca dirinya ditembak mati petugas, karena mencoba melawan petugas saat ditangkap pada Selasa (20/8/2019).

Diduga Babi Ngepet, Bagong Warga Jagalan Solo Ditangkap, Ketahuan Curi HP dari Sistem Lacak GPS

Namanya disangkutkan dengan organisasi pencak silat PSH Winongo, karena AN merupakan anggota kelompok pencak silat itu.

"Tindakan AN merupakan tindakan pribadi, bukan merupakan tindakan atas nama organisasi," katanya.

AN sudah lama bergabung dengan PSH Winongo, dan sering membuat keributan yang mencoreng nama perguruan silat tersebut.

Namun Riyanto menyebut baru mengetahui tindakan kriminalitas AN belum lama ini.

Dan sebelum AN meninggal, AN sudah memberikan surat ke pusat dan ingin menjadi pedagang.

"Terkait AN untuk dikeluarkan sudah kami bicarakan, namun kami juga baru kemarin tahu kalau melakukan pembacokan."

"Kami juga tidak bisa memantau anggota satu persatu, mengingat anggota kami banyak, sekitar 14 ribu orang."

"Anggota yang melakukan kesalahan akan kami tindak dengan memberiksan sanksi ataupun dikeluarkan," jelasnya.

Pro Kontra Perobohan Tugu Perguruan Silat, Pemkab Wonogiri Siap Fasilitasi Pertemuan PSHT dan PSHW

Dia berpesan untuk anggota PSH Winongo baik di Wonogiri maupun diluar Wonogiri untuk tidak melakukan gerakan apapun yang dapat merugikan pribadi maupun organisasi.

"Saya meminta maaf bila ada salah satu oknum kami yang melakukan tindakan kriminal dan pemerasan," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved