Pro Kontra Perobohan Tugu Perguruan Silat, Pemkab Wonogiri Siap Fasilitasi Pertemuan PSHT dan PSHW
Masih adanya pro kontra terhadap perobohan tugu berlogo kelompok silat PSHT dan PSHW disikapi dengan bijak oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Masih adanya pro kontra terhadap perobohan tugu berlogo kelompok silat PSHT dan PSHW disikapi dengan bijak oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.
Bupati Wonogiri siap memfasilitasi pertemuan kedua kelompok silat dengan Forkopimda Kabupaten Wonogiri untuk menyamakan persepsi.
Dia mengundang kedua kelompok silat itu untuk berdiskusi terbuka di Kantor Bupati Wonogiri pada Minggu (2/6/2019).
• Ketua PSHT dan PSHW Wonogiri Tanggapi Rencana Perobohan Tugu yang Dianggap Bisa Jadi Alat Provokasi
"Saya melihat yang hadir di sini lebih banyak para petingginya, karena mungkin faktor tempat."
"Kita akan bikin kegiatan dengan ruang yang lebih luas, dengan partisipasi yang lebih besar," katanya saat ditemui di Mapolres Wonogiri, Jumat (31/5/2019).
Dia menambahkan, dalam pertemuan itu akan membuka ruang komunikasi yang lebih luas, namun dengan tujuan membangun komitmen sinersitas.
"Kita akan membangun komitmen sinergitas, menerima kritik dan saran dari apa yang kita lakukan, dengan komitmen yang baru."
"Hal ini untuk menindaklanjuti dari apa yang sudah disepakati dan ditandatangani bersama, sehingga tercipta sinergisitas," jelasnya.
Dalam waktu tiga hari ke depan, Forkopinda Kabupaten Wonogiri menginstruksikan kepada masing-masing kelompok silat untuk merobohkan tugunya masing-masing.
"Proses ini harus jadi pertanggungjawaban semua pihak, harus didasari kesadaran bukan pemaksaan, harus ada mindset baru, karena kejadian kemarin tamparan bagi kita semua," katanya.
• Polisi Tangkap 25 Tersangka Kerusuhan PSHT Vs Winogo di Wonogiri
Oleh karena itu, pihaknya memberikan ruang dan waktu dulu kepada masing-masing kelompok untuk mensosialisasikan perobohon tugu ini kepada internalnya masing-masing.
"Waktu tiga hari ini, saya rasa cukup untuk sosialisasi di internal mereka, sehingga seluruh struktur organisasinya bisa memahami," katanya.
Joko yakin, para kelompok silat tersebut merupakan kelompok profesional dan bertanggungjawab atas apa yang sudah menjadi komitmen bersama. (*)