Berita Klaten Terbaru
Berjualan Sukun Goreng, Warga Desa Randusari Klaten Ini Mampu Hasilkan 17 Juta Per Bulan
Salah satu warga dusun Sidosari Desa Randusari Kecamatan Prambanan Klaten, Pariyah mampu hasilkan 17 juta per bulan dari bisnisnya jualan sukun goreng
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Salah satu warga dusun Sidosari Desa Randusari Kecamatan Prambanan Klaten, Pariyah mampu hasilkan 17 juta per bulan dari bisnisnya berjualan sukun goreng.
Di rumahnya yang berada di Sidosari tersebut terdapat satu rumah dengan genteng dari seng.
Terlihat 3 karyawan tampak memotong buah sukun, menggoreng stik hingga memasukkan ke wadah.
Meskipun tampak sederhana, siapa sangka camilan tersebut kini telah diekspor hingga negara Jepang.
• Pengusaha Katering Ingin Maju Pilkada Solo 2020: Gagal di Pileg 2019, Coba Peruntungan Pilkada 2020
Kepada Tribunsolo.com, Pariyah membeberkan bisnisnya dimulai sejak tahun 2012.
Saat itu dirinya bersama dua putranya menjadi pengumpul buah sukun matang untuk dikirim ke Cilacap Jawa Tengah.
Namun saat itu dirinya belum menyadari buah sukun bisa diolah dan menghasilkan nilai ekonomi tambah.
"Anak saya dapat saran dari juragan di Cilacap untuk diolah, akhirnya dikelola jadi stik dan kripik," katanya Sabtu, (31/8/2019) siang.
Saat awal bisnisnya dibuka, Pariyah mengaku cukup kesulitan karena belum memiliki modal.
"Ijin juga belum ada, modal apalagi," katanya.
“Saat itu saya pinjam dulu dengan cara pembayaraan setiap minggu itu 5 juta," katanya.
Uang tersebut awalnya digunakan untuk membeli peralatan dapur.
Setelah lama bergelut di bisnis sukun, Pariyah mendapatkan hasil yang luar biasa.
Dalam sehari, Pariyah memotong kurang lebih 800-1000 buah sukun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pengusaha-sukun-goreng-pariyah.jpg)