Berita Klaten Terbaru

Berjualan Sukun Goreng, Warga Desa Randusari Klaten Ini Mampu Hasilkan 17 Juta Per Bulan

Salah satu warga dusun Sidosari Desa Randusari Kecamatan Prambanan Klaten, Pariyah mampu hasilkan 17 juta per bulan dari bisnisnya jualan sukun goreng

Berjualan Sukun Goreng, Warga Desa Randusari Klaten Ini Mampu Hasilkan 17 Juta Per Bulan
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Pengusaha sukun goreng, Pariyah saat memilah sukun di kediamannya Desa Randusari Kecamatan Klaten, Minggu (31/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Salah satu warga dusun Sidosari Desa Randusari Kecamatan Prambanan Klaten, Pariyah mampu hasilkan 17 juta per bulan dari bisnisnya berjualan sukun goreng.

Di rumahnya yang berada di Sidosari tersebut terdapat satu rumah dengan genteng dari seng.

Terlihat 3 karyawan tampak memotong buah sukun, menggoreng stik hingga memasukkan ke wadah.

Meskipun tampak sederhana, siapa sangka camilan tersebut kini telah diekspor hingga negara Jepang.

Pengusaha Katering Ingin Maju Pilkada Solo 2020: Gagal di Pileg 2019, Coba Peruntungan Pilkada 2020

Proses pembuatan sukun goreng di Desa Randusari Kecamatan Klaten, Minggu (31/8/2019)
Proses pembuatan sukun goreng di Desa Randusari Kecamatan Klaten, Sabtu (31/8/2019) (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

Kepada Tribunsolo.com, Pariyah membeberkan bisnisnya dimulai sejak tahun 2012.

Saat itu dirinya bersama dua putranya menjadi pengumpul buah sukun matang untuk dikirim ke Cilacap Jawa Tengah.

Namun saat itu dirinya belum menyadari buah sukun bisa diolah dan menghasilkan nilai ekonomi tambah. 

"Anak saya dapat saran dari juragan di Cilacap untuk diolah, akhirnya dikelola jadi stik dan kripik," katanya Sabtu, (31/8/2019) siang.

Saat awal bisnisnya dibuka, Pariyah mengaku cukup kesulitan karena belum memiliki modal.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved