Berita Solo Terbaru

Cerita Lucu Anies Baswedan Saat SMP: Pernah Jadi Pembaca Berita Kematian 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo pada Minggu (1/9/2019).

Cerita Lucu Anies Baswedan Saat SMP: Pernah Jadi Pembaca Berita Kematian 
TribunSolo.com/Adi Surya
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menceritakan pengalaman dirinya kepada para santri yang berada di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo pada Minggu (1/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com - Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo pada Minggu (1/9/2019).

Dalam kunjungannya, ia diberikan kesempatan untuk membagikan pengalamannya, termasuk waktu bersekolah di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Anies Baswedan menceritakan ia pernah menjadi anggota OSIS seksi pengabdian masyarakat.

"Dulu, waktu saya menjadi siswa kelas 1 SMP di sebuah sekolah di Jogja, saya tergabung di dalam OSIS sebagai anggota seksi pengabdian masyarakat," tutur Anies Baswedan.

"Seksi itu tugasnya mengumumkan berita duka dan mengumpulkan uang duka di tiap kelas pada waktu ada yang meninggal dunia," imbuh pria yang akrab disapa Anies ini.

Lebih lanjut, Anies mengatakan ia harus memasuki 30 ruang kelas yang ada di SMP-nya.

Alami Infeksi Pernafasan, Bayi Bibir Sumbing yang Sempat Viral Asal Karanganyar Meninggal

Mobilnya Tabrak Dinding Pembatas di Sirkuit Belgia, Pembalap F2 Anthoine Hubert Meninggal Dunia

Kaesang Pangarep Buka Gerai Sang Pisang ke 75 di Jember, Kapan Giliran Solo?

"Kalau mau menginformasikan, saya dan kedua teman saya harus memasuki 30 kelas yang ada di SMP kami, " terang Anies.

"Saya mendapat bagian untuk membacakan pengumuman kematian dan kedua teman saya bertugas mengedarkan besek sebagai wadah mengumpulkan uang yang akan diserahkan kepada keluarga yang berduka," imbuh Anies.

Anies mengaku ia bersama kedua orang temannya sering dorong-mendorong sebelum masuk kelas.

"Ini terjadi kalau gurunya galak," aku Anies.

"Kalau kelas yang didatangi sedang diampu guru yang galak, itu pas membacakan pengumuman, kertas yang dipedang bergetar saking takut," imbuh Anies.

Lebih lanjut, Anies menuturkan ada pengalaman yang berbeda kalau dirinya bersama kedua temannya masuk ke kelas 3 SMP.

"Kalau masuk ke kelas tiga, baru masuk ruangan, seluruh kelas sudah bilang, "telah meninggal dunia"," ungkap Anies Baswedan

"Mereka sudah hafal kalau saya dan dua teman saya masuk, ini wajah kematian." imbuh Anies.
(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved