Berita Sukoharjo Terbaru

Tidak Hanya Mencabuli Keponakannya, Pria Asal Grogol Sukoharjo Ini Juga Menyebarkan Video Asusilanya

Seorang pria asal Grogol, Sukoharjo berinisial IS (33) diamankan Satreskrim Polres Sukoharjo karena tega mencabuli keponakannya sendiri berinisial ST

Tidak Hanya Mencabuli Keponakannya, Pria Asal Grogol Sukoharjo Ini Juga Menyebarkan Video Asusilanya
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat konfrensi pers di Mapolres Sukoharjo (2/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang pria asal Grogol, Sukoharjo berinisial IS (33) diamankan Satreskrim Polres Sukoharjo karena tega mencabuli keponakannya sendiri berinisial ST (13).

Menurut keterangan IS, dia mulai disuruh kakak korban mengantar dan menjemput korban saat sekolah setengah tahun terakhir.

"Sudah setengah tahunan disuruh antar jemput," katanya singkat saya konfrensi pers di Mapolres Sukoharjo, Senin (2/9/2019).

Namun pada Mei 2019, IS yang menjemput korban dalam keadaan mabuk, tega melakukan pencabulan terhadap keponakannya itu.

Setelah IS menjemput korban, korban lantas di ajak ke DAM Lawu di Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo.

Disana, IS memaksa korban untuk memenuhi aksi bejatnya, tidak hanya dicabuli, IS juga sempat merekam perbuatan cabulnya itu.

Pengaruh Alkohol, Pria Asal Grogol Sukoharjo Nekat Cabuli Keponakannya yang Masih Remaja

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, Petugas Sebut Masih Ada Korban yang Terjebak di Dalam Mobil

Viral Nikahan di Sumsel, Orangtua Wanita yang Nyamar Jadi Pria Tak Tahu Anaknya akan Nikahi Gadis

Tiga bulan paska kejadian tersenut, video asusilanya terhadap keponakannya itu tersebar.

"Awal tersebarnya ada temen yang minta, lalu tersebar lewat grub yang saya gak ikut grub itu," terangnya.

Mengetahui video tersebut tersebar di dunia maya, orang tua korban lantas melaporkan IS kepada pihak kepolisian.

Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, video tersebut disebar IS karena keisengannya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti nerupa satu stel baju seragam korban, satu buah gesper atau ikat pinggang, dan satu unit handphone.

Karena perbuatan bejatnya, IS terancam pasal berlapis, yaitu pencabulan anak dibawah umur dan pornografi.

Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara, dan denda maksimal Rp 5 milyar. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved