Berita Karanganyar Terbaru

Bangkitnya Budidaya Bawang Putih di Karanganyar Setelah Sempat Vakum Selama 20 Tahun

Budidaya bawang putih di Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kembali bangkit

Bangkitnya Budidaya Bawang Putih di Karanganyar Setelah Sempat Vakum Selama 20 Tahun
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Panen raya bawang putih di Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR- Budidaya bawang putih di Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kembali bangkit.

Hal tersebut tampak dari adanya panen raya bawang putih setelah sempat vakum selama 20 tahun, Selasa (3/9/2019).

"Budidaya bawang putih sudah vakum selama 20 tahun," jelas kepala Desa Segoro Gunung Tri Harjono pada Tribunsolo.com, Selasa (3/9/2019).

Budidaya bawang putih tersebut ditanam di lahan lereng Gunung Lawu seluas 30 hektare.

Awalnya para petani menolak untuk menanam bawang putih karena sering anjloknya harga setelah masa panen bawang putih tiba.

Masa Tahanan 6 Tersangka Kasus Dugaan Suap Impor Bawang Putih Diperpanjang hingga 40 Hari

Stok Melimpah, Bawang Putih di Pasar Legi Solo Dijual Mulai Rp 20 Ribu per Kilogram

Bawang Putih Jadi Penyumbang Tertinggi Inflasi pada Maret 2019 di Kota Solo

Namun, dengan adanya kerjasama antara kelompok tani dan CV Berkat Putih Abadi, penolakan pun mulai berkurang.

"Para petani diberi bibit bawang putih secara cuma-cuma oleh pihak CV," imbuhnya.

Bibit yang diberikan secara cuma-cuma oleh pihak CV tersebut berjenis bawang putih Tawangmangu baru dan beberapa jenis bawang lokal lainnya.

Seluas 115 hektare lahan, kelompok tani baru berani menanam seluas 30 hektare.

Penanaman bawang putih dimulai pada bulan Maret dan pada bulan Agustus hingga September sudah bisa dipanen.

Dalam panen raya ini, setiap satu hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 18,4 ton bawang putih.

Hasil panen tersebut dibeli oleh CV Berkat Putih Abadi dengan harga Rp 18 ribu per kilogram.

"Kalau sudah ada kesepakatan seperti ini, para petani bisa merasa aman," tutupnya.

(*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved