Pengakuan Spesialis Pembobol Gudang di Klaten, Modal Obeng dan Linggis Sikat Rp 95 Juta

Pembobol Gudang di Klaten Ditangkap Polisi, Mengaku Modal Obeng dan Linggis Sikat Rp 95 Juta

Pengakuan Spesialis Pembobol Gudang di Klaten, Modal Obeng dan Linggis Sikat Rp 95 Juta
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Kapolres¬†Klaten, AKBP Aries Andi saat menanyai pelaku pembobolan gudang, Klaten, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Satu tersangka pembobol brangkas gudang di wilayah Klaten yakni Carmun (33) berhasil ditangkap Polres Klaten.

Sedangkan 2 tersangka lainnya masih buron.

Alasan Icuk Nekat Merampok Taksi Online di Klaten, Butuh Duit Ingin Pulang Kampung ke Malang

Pemilik Toko Elektronik di Desa Troso Klaten yang Dibobol Maling Mengaku Ikhlas

Salah satu gudang yang berhasil di gasak pelaku yakni Kantor PT Budimas Makmur Mulia yang beralamat di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada Senin, (26/9/2019) siang.

Setelah masuk ke dalam kantor staf PT tersebut, tersangka merusak brankas dan mengambil uang tunai sejumlah Rp 95 juta dan server CCTV seharga Rp 6,6 juta.

Akibat kejadian pencurian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 102 juta.

Pelaku juga membobol toko Alfamart di desa Wonosari, Kabupaten Klaten.

Pelaku menggondol uang tunai Rp 13 juta, tablet merk Samsung dan CCTV.

"Perbuatan ini dilakukan oleh 3 orang, 2 orang masih DPO," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, Rabu (4/9/2019) siang.

"Saat ini kami masih melakukan pencarian, masih berusaha untuk lanjut," katanya.

Dicky membeberkan bahwa tersangka memang mencari gudang-gudang yang diduga ada brangkas yang tidak dijaga.

"Kedua tersangka lainnya yakni TT berusia 45 tahun dan BT, laki-laki usia 50 tahun, semuanya berasal dari daerah Solo," katanya.

Pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak dua sisi tembok dengan obeng dan linggis.

Setelah berhasil masuk ke dalam ruang staf kantor kemudian merusak brankas dengan obeng dan linggis dan mengambil uang tunai.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dikenai pasal 363 ayat 1 ke-4e dan ke-5e KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved