Emak-emak 'Korban Renternir' Demo di Depan Kantor Pemkab Gresik: Semakin Miskin dan Diuber Renternir

Masyarakat Gresik yang tergabung dalam Forum Masyarakat Prasejahtera Korban Rentenir unjuk rasa di kantor Pemerintah Kabupaten Gresik.

Emak-emak 'Korban Renternir' Demo di Depan Kantor Pemkab Gresik: Semakin Miskin dan Diuber Renternir
SURYAOnline/Sugiyono
KEMISKINAN - Forum masyarakat prasejahtera korban rentenir, unjuk rasa di depan gedung Pemkab Gresik, menuntut agar program pengentasan kemiskinan tidak salah sasaran, Kamis (5/9/2019).  

TRIBUNSOLO.COM, GRESIK - Masyarakat Gresik yang tergabung dalam Forum Masyarakat Prasejahtera Korban Rentenir unjuk rasa di kantor Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meminta bantuan pengentasan kemiskinan.

Unjuk rasa yang dipimpin Hari Susilo, warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, itu mengatakan belasan ibu-ibu korban rentenir unjuk rasa dengan membawa poster sebagai ungkapan aspirasinya.

Di antara poster tersebut berbunyi 'Perbaiki Database Warga Miskin', 'Ojok Bangun Tugu Wae, Ijek Akeh Masyarakat Susah Sekolah' dan 'Penuhi Hak Dasar Masyarakat Pendidikan dan Kesehatan'.

"Kita meminta Pemerintah Kabupaten Gresik melihat kami sebagai warga yang perlu diperhatikan. Sehingga, berhak untuk menerima bantuan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia pintar dan bantuan modal usaha dari pemerintah daerah. Sehingga, bantuan tidak salah sasaran," kata Hari, Kamis (5/9/2019).

Audri Paskibra asal Bogor yang Hilang Kini Ditemukan, Kabur dari Rumah dan Kerja di Malaysia

Belasan peserta unjuk rasa menuntut Pemkab Gresik supaya tidak salah sasaran mendata warga miskin.

Sehingga masyarakat miskin dapat menerima bantuan dan tidak menjadi korban rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi.

"Karena tidak punya uang, kemudian diberi pinjaman rentenir untuk biaya sehari-hari, sekolah dan kesehatan. Karena penghasilan tidak ada, akibatnya masyarakat semakin miskin dan diuber-uber oleh rentenir," imbuh Hari.

Unjuk rasa yang dijaga ketat aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP tersebut berlangsung aman dan lancar.

Massa menyampaikan aspirasinya dengan duduk-duduk di depan pintu gerbang Kantor Pemkab Gresik Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Menurut Hari, masyarakat menjadi korban rentenir karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah sering memberikan program pengentasan kemiskinan yang salah sasaran.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved