Soal Dugaan Ada Aktivitas Jaringan ISIS di Papua, PKS : Jika Benar Ada, Intelejen Kecolongan

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil menilai intelejen kecolongan jika benar ada aktivitas jaringan ISIS di Papua.

Soal Dugaan Ada Aktivitas Jaringan ISIS di Papua, PKS : Jika Benar Ada, Intelejen Kecolongan
(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)
Anggota DPR Fraksi PKS Nasir Djamil saat berada di kawasan Cut Meuthia, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil meminta pemerintah membuktikan adanya aktivitas kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS di Papua.

"Saya no comment dulu, buktikan saja itu jaringan mana, siapa, dan lain sebagainya, berapa lama mereka sudah bercokol di sana," kata Nasir usai sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Nasir kemudian menilai intelijen telah kecolongan bila benar-benar ada kelompok terafiliasi ISIS di Papua.

Ia mengaku heran karena karakteristik kelompok ISIS mudah dikenali sehingga harusnya intelijen tidak boleh kecolongan.

"Jadi harapan kami ya sampaikan secara terang benderang terkait dengan itu dan jangan sampai kemudian ada hal-hal berkembang tidak seperti yang di lapangan," ujar dia.

Mabes Polri Sebut Kelompok Teroris Jaringan ISIS di Papua Berencana Bom Polres Manokwari

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, ada kelompok yang terafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di Papua.

"Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua," kata Ryamizard dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Ryamizard mengatakan, selain ada kelompok yang ditunggangi ISIS, ada tiga kelompok yang terindikasi berada di belakang pemberontak di Papua, yaitu kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik, dan kelompok klandestin atau rahasia.

Tak Hanya Manusia, ISIS Kini Gunakan Sapi untuk Menyerang Pasukan Keamanan Irak

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, kelompok tersebut aktif selama setahun terakhir dan sempat berencana melakukan aksi pengeboman di Polres Manokwari.

"Salah satu yang sudah dilakukan upaya penegakan hukum oleh Densus 88, upaya melakukan pengeboman di Polres Manokwari," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019). (Kompas.com/Ardito Ramadhan) (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Politikus PKS Minta Pemerintah Buktikan Ada Kelompok Terafiliasi ISIS di Papua", https://nasional.kompas.com/read/2019/09/07/16434441/politikus-pks-minta-pemerintah-buktikan-ada-kelompok-terafiliasi-isis-di.

Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved