Berita Karanganyar Terbaru

Pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri Karangpandan Karanganyar Terapkan Sistem E-Voting

Pasalnya di pemilihan ketua OSIS tahun ajaran 2019/2020, SMAN Karangpandan menerapkan sistem pemilihan yang beda.

Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Garudea Prabawati
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Pemilihan ketua OSIS SMAN Karangpandan yang menerapkan sistem e-voting, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemilihan Ketua Oragnisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tampak berbeda dari yang sebelumnya.

Pasalnya di pemilihan ketua OSIS tahun ajaran 2019/2020, SMAN Karangpandan menerapkan sistem pemilihan yang beda.

Sistem pemilihan yang menggunakan e-voting atau berbasis online.

Sehingga tidak menggunakan kertas lagi dalam menghimpun suara siswa.

Menurut Kepala sekolah SMAN Karangpandan Sumarno menjelaskan sistem ini diterapkan agar siswa dapat menerapkan wujud demokrasi pancasila melalui Pilketos (Pilihan Ketua OSIS).

"Ini sebagai wujud demokrasi pancasila melalui pilketos," ucapnya, Rabu (11/9/2019).

"Saat ini eranya sudah digitalisasi jadi harus mengikuti perkembangan zaman jadi  pemilihan tidak manual tapi sudah elektronik" tambahnya.

Selain Uang Setengah Miliar, Gaji Anggota DPRD Sragen Puluhan Juta ini Disumbangkan ke Masyarakat

Perempuan Muda yang Sedang Hamil Ini Akui Hanya Makan Buah-buahan dan Sayur, Dapat Kritik

BJ Habibie Meninggal Dunia, Usai Jalani Perawatan Intensif

Selain itu kegitan ini diharapkan menjadi langkah awal agar siswa melek teknologi.

Dari pantauan Tribunsolo.com, ada tiga komputer yang digunakan untuk menghimpun suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Sementara itubada tiga TPS dan masing-masing TPS terdapat enam kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Hal tersebut dilakukan guna mempermudah dalam pemungutan suara yang diikuti oleh 1185 siswa.

Sumarno mengatakan jika e-voting ini di anggap lebih efisien dan untuk menghindari kesalahan yang fatal.

Pemilih hanya bisa mengakses satu kali data saat melakukan log in sehingga kecurangan dapat dihindari.

"Ketika log in data sudah digunakan maka dengan sendirinya data akan terhapus dan terkunci, jadi kalau ada yang ingin menggunakan data untuk kedua kalinya sudah tidak mungkin bisa," paparnya pada Tribunsolo.com.

Saat pihak sekolah melakukan konfirmasi ke KPUD (komisi pemilihan umum daerah) Karanganyar, ternyata sistem pemilihan ketua OSIS menggunakan e-voting baru pertama kali di terpakan di Karanganyar.

"Baru pertama kali di laksanakan, harapanya bisa jadi refrensi untuk sekolah lain," tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved