Diduga Depresi, Turis Asing Asal Bali Ngamuk Hingga Mencoba Telanjang di Kuta
Turis tersebut akhirnya ditangani oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung
TRIBUNSOLO.COM – Diduga mengalami depresi, warga asing asal Inggris bernama Emma Jane yang diduga depresi dan mencoba telanjang di Kantor Kecamatan Kuta, Sabtu (14/9/2019)
Turis tersebut akhirnya ditangani oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung.
Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara mengatakan, turis asing tersebut sebelumnya ditemukan di Jalan Wana Segara, Kuta, Badung.
Emma mengamuk dan berulah melempar mobil sambil berteriak. Emma kemudian diamankan petugas Linmas dan dibawa ke Kantor Satpol PP.
• Sebanyak 23 Penerbangan di Samarinda Dibatalkan Akibat Kabut Asap Makin Parah
• Dihantam Gelombang Tinggi, Speedboat Ini Tenggelamkan 33 Penumpang di Maluku
"Menurut info kaling Banjar Segara sebelumnya, katanya pernah bikin resah orang juga di mal beberapa hari lalu," kata Suryanegara, Sabtu (14/9/2019).
Meski sudah diamankan di Kantor Satpol PP, Emma tak bisa diam. Ia bahkan mencoba untuk telanjang dengan membuka baju.
Tindakan itu coba dihentikan oleh petugas Satpol PP.
"Stres dan mau buka baju dan mau telanjang kami cegah," ungkapnya.
Kini turis tersebut akan diserahkan ke pihak Imigrasi. Kemudian kedutaan akan dihubungi untuk penanganan selanjutnya.
Ia mengatakan, kasus turis asing berbuat ulah dalam setahun terakhir sering terjadi.
Pada 2017, WNA berulah hanya bisa dihitung jari. Kemudian pada 2018 kasus itu bertambah menjadi satu hingga dua orang dalam sebulan.
Parahnya pada 2019 ini hampir setiap minggu ada saja WNA yang bermaslah.
"Dari 2017 saya tugas hitungan jari mendapatkan WNA stres dan membuat onar, melanggar ketenteraman dan ketertiban. 2018 menanjak satu sampai dua orang per bulan, 2019 menjadi tiap minggu ada orang WNA yang stres, onar, gila, ngamuk," katanya.
Ke depan ia berharap WNA atau turis yang masuk ke Indonesia diseleksi. Jangan hanya mengejar kuantitas, tapi juga memperhatikan kualitas.
"Ini mungkin efek bebas visa (muncul turis-turis bermasalah)," katanya.