Proses Pemadaman Kebakaran Hutan di Puncak Gunung Merbabu, Relawan Alami Tantangan Ini
Ada sejumlah tantangan yang dialami oleh petugas saat penjinakan api yang diketahui terus merembet melahap hutan di puncak Gunung Merbabu
Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ada sejumlah tantangan yang dipastikan dialami oleh petugas saat penjinakan api yang diketahui terus merembet melahap hutan di puncak Gunung Merbabu di Kabupaten Megelang dan Boyolali.
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko mengungkapkan, tantangan pemadaman terhadap si jago merah yang timbul di Gunung Merbabu yakni angin yang kencang dan suhu udara.
"Di Jateng (Magelang dan Boyolali) masuk puncak musim kemarau angin kencang, sehingga jadi tantangan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (14/9/2019).
• Kebakaran Hutan di Puncak Gunung Merbabu Magelang, Api Kian Menjalar ke Semua Sisi di Area Boyolali
Dia menjelaskan, para relawan yang memadamkan api di Gunung Merbabu yang mulai muncul pada Kamis (12/9/2019) di Kabupaten Magelang hinga Sabtu (14/9/2019) ini, harus lebih ekstra bekerja keras.
"Dibandingkan hari biasa, puncak musim harus ekstra," kata dia.
• Hutan Taman Nasional Gunung Merbabu Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup Sementara
Dalam data di BMKG, arah dan kecepatan angin yakni 10-25 timur laut-tenggaara, sementara kelembaban 60-85 dan suhu 23-31 derajat.
"Untuk mengecek setiap saat bisa mengecek di laman kami, https://www.bmkg.go.id/satelit/satelit.bmkg?Sat=5&id=0," jelas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kebakaran-di-gunung-merbabu-2.jpg)