Lokasi Gudang Bom Meledak Masih Dijaga Ketat, Warga Masih Was-was

Dilansir TribunSolo.com dari TribunJateng.com, di sekitar wilayah RT 05/ RW 02 yang berdekatan dengan gudang, suasana sekitar masih tampak hening.

Tayang:
Editor: Garudea Prabawati
ISTIMEWA/TRIBUN JATENG
Gudang Senjata Mako Brimob di Srondol, Semarang, Terbakar 

TRIBUNSOLO.COM - Usai meledaknya beberapa bom di sebuah gudang penyimpanan bom Brimob Kompi 1 Srondol, Banyumanik, Kota Semarang, kemarin membuat warga sekitar masih was-was.

Dilansir TribunSolo.com dari TribunJateng.com, di sekitar wilayah RT 05/ RW 02 yang berdekatan dengan gudang, suasana sekitar masih tampak hening.

Dari beberapa gang pada waktu siang hari terpantau sepi. Pintu-pintu rumah pun tampak tertutup. Sepatu, sendal maupun kendaraan pun tak banyak dijumpai. Hanya segelintir orang yang kebetulan berpapasan.

Ivan (31), warga RT 05/ RW 02 Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, yang bertempat tinggal sekiranya 200 meter dari gudang itu menyebutkan, sepinya penduduk memang terjadi setelah adanya imbauan pada waktu pagi untuk mensterilkan rumah. Karena akan ada perbaikan serentak yang dilakukan oleh pihak kepolisian melibatkan beberapa puluhan pekerja.

Ivan mengaku masih merasa waswas terkait kemungkinan terjadi ledakan susulan. Ia hanya sesekali mengunjungi rumahnya dan segera bergabung kembali dengan keluarganya di rumah saudara tak jauh dari kediamannya.

Jalani Sidang Lanjutan, Jefri Nichol: Persiapan Mental Saja Biar Enggak Nge-Drop

Meski begitu, hari pertama pasca kejadian dirinya dan beberapa tetangganya masih tinggal di rumah masing-masing. Bahkan, sampai malam hari hingga pagi kembali, semua tampak berjalan normal.

"Semalam masih pada di sini (rumah masing-masing). Pagi tadi ada imbauan katanya ada perbaikan atau yang lain enggak tahu baru berangsur pergi. Saya lihat rumah saya sudah beres baik penggantian asbes maupun kaca jendela yang pecah. Ngikutin arahan saja," lanjutnya.

Sebelumnya, pria satu anak tersebut kaget ketika dentuman terdengar pada hari kejadian ledakan. Ia bersama keluarganya lantas bangun dari tempat tidur dan lari menjauh dari rumahnya.

"Saat itu saya tidur. Terbangun oleh dentuman dan getaran. Kemudian lari," katanya.

Menurutnya suara dentuman terdengar lebih dari 10 kali selama kurang lebih 20-an menit. Saat itu semua warga panik namun tidak disertai teriakan. "Semua kan panik, seperti gak ada suara langsung pada lari-lari. Saya berharap semoga segera terselesaikan dan berangsur kembali seperti semula," pungkas Ivan. 

Mayat Laki-laki Gemparkan Warga Pasuruan, Ditemukan di Tengah Hutan dan Setengah Telanjang

Selain itu petugas terus berupaya menstabilkan situasi dan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah berhasil mengamankan separo lebih bahan peledak sisa dari 40 yang terdata pada hari pertama, upaya serupa juga dilakukan pada hari kedua, Minggu (15/9).

Terpantau di sekitar Mako Brimob dalam keadaan penjagaan rapat. Sejumlah akses pun masih ditutup disertai penjagaan oleh tim kepolisian.

Adapun pada lokasi gudang  tampak 4-7 orang dengan berseragam hitam. Beberapa di antaranya melihat-lihat bongkahan reruntuhan bangunan yang tertutup terpal pada sebagian sisi.

Sesekali mereka tampak berdiskusi dengan terlihat saling ngobrol satu sama lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved