Berita Sukoharjo Terbaru

Sungai Kering, Puluhan Ribu Ikan Mina Padi Tahap Dua di Desa Geneng Mati

Memasuki musim kemarau panjang membuat saluran air irigasi di kawasan mina padi di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Sukoharjo mengering.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Agil Tri
Area mina padi di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Sukoharjo mengering. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memasuki musim kemarau panjang membuat saluran air irigasi di kawasan mina padi di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Sukoharjo mengering.

Akibatnya, belasan ribu ikan mina padi di Desa Geneng mati, karena kolam tempat budidaya ikan tidak mendapatkan air.

Menurut Ketua Kelompok Tani Geneng Sari 2, Kasimin Broto Wiryono, belasan ribu ikan yang mati itu merupakan ikan mina padi tahap dua.

"Kami kesulitan dalam persediaan air kolam pada musim kemarau ini, akhirnya kolam mengalami kekeringan," katanya Kamis (19/9/2019).

Bantu Warga yang Alami Kekeringan, PDAM Tirta Merapi Droping 58 Tangki Air ke 5 Kecamatan di Klaten

Setidaknya, ada enam kolam yang mengalami kekeringan, sehingga tidak ada airnya.

"Satu kolam itu ada 6 ribu ikan, kalau di total itu ada ribuan ikan yang mati," imbuhnya.

Peristiwa ini sudah terjadi sekitar satu minggu lalu, air kolam menyusut dan lama-lama jadi kering.

Sebenarnya petani sudah mengantisipasi dengan mengambil air dari sumur dalam, tapi kondisinya tidak berlahan lama.

"Ini dampak dari musim kemarau, pengambilan air dari sumur dalam juga tidak berpengaruh, karena saat malam hari disalurkan, air maka siang atau sore airnya sudah menyusut lagi," jelasnya.

Jumlah Desa Kekeringan di Sukoharjo Meningkat, 15 Tengki Air Didistribusikan Tiap Harinya

Padahal ikannya itu sudah cukup besar, usianya itu sudah masuk dua bulan dan bulan depan sudah bisa dipanen.

Namun ikan tersebut matu, dan terpaksa dibuang, atau dimakan oleh hewan liar yang berada di sekitar kolam.

"Masalah ini sudah dilaporkan ke dinas terkait dan rencana akan ada rapat dengan petani membahas ini," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved