Mbah Pani dari Pati Jalani 'Tapa Pendem' seperti Mayat Dikubur, Ini Tujuan yang Ingin Dicapainya
Supani alias Mbah Pani (63) mengaku masih sakit kepala dan kondisinya belum fit usai tuntas melaksanakan ritual tapa pendem, Jumat (20/9/2019) malam.
TRIBUNSOLO.COM - Supani alias Mbah Pani (63) mengaku masih sakit kepala dan kondisinya belum fit usai tuntas melaksanakan ritual tapa pendem, Jumat (20/9/2019) malam.
Ditemui usai acara manaqiban (pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani) di rumahnya yang diikuti para tetangga dan kerabat, Mbah Pani mengaku belum bisa berbicara banyak.
"Sebelumnya saya minta maaf sebesar-besarnya. Kepala saya masih sakit."
"Kalau besok saya sudah fit dan sudah siap, saya siap membicarakan hal ini," ungkap Mbah Pani dalam bahasa Jawa halus.
• Ada Potensi Terpendam di Balik Ketakutanmu, Lampau Batasmu dengan Mengikuti Tes Kepribadian Ini
Mbah Pani mengaku bersyukur dirinya diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani tirakat tapa pendem yang sudah kesepuluh kali dan merupakan penutup ini.
"Alhamdulillah saya dikuatkan lima hari lima malam."
"Bisa kuat sampai diangkat, sampai sekarang."
"Bisa kuat atas kekuasaan Allah," ucapnya.
Mbah Pani juga bersyukur karena pelaksanaan ritual tapa pendem didukung Kepala Desa Bendar dan jajarannya, kepolisian, Kapolsek, Koramil, dan warga sekitar.
Secara singkat, Mbah Pani mengaku tujuannya menjalani lelaku ini ialah demi keselamatan dan kekuatan dirinya sekeluarga.
"Sementara, saya baru kuat kasih keterangan ini."
"Kalau ada kekeliruan ucap saya mohon maaf sebesar-besarnya."
"Lain hari, kalau ada kesempatan saya siap membicarakan lebih lanjut," pungkasnya.
• Hasil Akhir Timnas U 16 Indonesia Vs Brunei di Kualifikasi Piala AFC U 16: Pesta 8 Gol Tanpa Balas
Adik sepupu Mbah Pani, Abdul Qohar, kembali menegaskan bahwa kondisi Mbah Pani belum memungkinkan untuk berbicara banyak.
Menurutnya, kondisi Mbah Pani sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mbah-pani-juwana-pati-keluar-dari-liang-kubur-tapa-pendem.jpg)