Hari Tanpa Bayangan, Warga Surabaya Dihimbau Banyak Minum Air Agar Tak Dehidrasi

Suhu udara di Surabaya diperkirakan meningkat dari 0,5 - 1 derajat celcius khususnya pada siang hari akibat kulminasi

Hari Tanpa Bayangan, Warga Surabaya Dihimbau Banyak Minum Air Agar Tak Dehidrasi
Ist/Tribun Palembang
Ilustrasi wanita minum air dingin. 

TRIBUNSOLO.COM - Di hari tanpa bayangan atau Kulminasi utama, warga Surabaya diminta banyak mengkonsumsi asupan air.

Setidaknya hingga 3 hari ke depan untuk menghindari dehidrasi.

Hal tersebut karena, selama 4 hari sejak Sabtu (12/10/2019) kemarin, suhu udara meningkat lebih panas khususnya di siang hari, akibat fenomena kulminasi utama atau hari tanpa bayangan.

Sempat Ditutup Akibat Karhutla, Kini Kawasan Kawah Putih Telah Dibuka Kembali 

Baru Pulang KeIndonesia, Putra Tamara Bleszynski Ditawari Duet Anang Hermansyah

Suhu udara di Surabaya diperkirakan meningkat dari 0,5 - 1 derajat celcius khususnya pada siang hari akibat kulminasi.

"Warga diminta tetap menjaga kondisi tubuh dengan banyak mengkonsumsi air putih," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, dikonfirmasi, Minggu (13/10/2019). 

Kulminasi utama, kata dia, merupakan fenomena di saat matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat itu, matahari berada di titik zenit atau tepat di atas kepala. "Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri, sehingga tidak nampak bayangan benda," terangnya. Teguh menyebut, kulminasi utama adalah fenomena rutin setiap tahun, dan masyarakat diminta tidak cemas dan khawatir.

"Kulminasi utama terjadi rutin setiap tahun, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan," tambahnya. Berdasarkan catatan BMKG, selain di Surabaya, fenomena kulminasi utama juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur

kulminasi utama terjadi di Surabaya, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Ngawi. Jumat (11/10/2019) di Sumenep, Bangkalan dan Tuban. Sementara pada Minggu (13/10/2019) terjadi di Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Kediri, Nganjuk, Madiun dan Magetan.

Lalu pada Senin (14/10/2019) terjadi di Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, hingga Pacitan. Baca berikutnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Suhu Panas di Hari Tanpa Bayangan, Warga Surabaya Diminta Banyak Minum Air

Editor: Eka Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved