Kabar Solo Terbaru
Kampung Presiden Jokowi Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri Teroris, Polresta Solo Perketat Pengamanan Kota
Polresta Solo memperketat pengamanan karena Solo menjadisasaran bom bunuh diri kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Adanya kabar kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi sasaran bom bunuh diri kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee ditanggapi Polresta Solo.
Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan, memang hasil pemeriksaan dari Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88, Solo menjadi kota yang disasar teroris selain Yogyakarta.
Namun, pihaknya menghimbau warga tidak perlu khawatir dengan hal tersebut sebab Polri dan TNI memperketat pengamanan.
"Kita tetap lakukan antisipasi dengan memperketat penjagaan di keramaian, kantor, markas kita, dan tempat ibadah," papar Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai di Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (15/10/2019).
Anggota di lapangan lanjut mantan Kapolres Sukoharjo itu, juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.
Apalagi tercatat ada beberapa kejadian teror di Solo beberapa waktu lalu juga harus menjadi perhatian.
"Kita akan tingkatkan razia dan patroli bersama TNI juga," jelas Andy.
• Teroris Siapkan Bom Bunuh Diri di Kampung Halaman Jokowi saat Jokowi-Maruf Dilantik pada 20 Oktober
• BREAKING NEWS : Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gatak Sukoharjo
Andy menegaskan kabar serangan teror kelompok JAD tidak ada kaitanya dengan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober nanti.
"Akses masuk Solo juga kita perketat dengan razia," jelas AKBP Andy Rifai.
Sebelumnya, Mabes Polri mengungkapkan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merencanakan aksi bom bunuh diri di kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo.
Selain itu, bom bonuh diri juga disiapkan di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, rencananya aksi itu dilakukan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.
"Pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror pada tanggal 20 Oktober nanti di Solo dan DIY," ungkap Dedi Prasetyo dikutip TribunSolo.com dari Wartakota.com, Selasa (15/10/2019).
Dedi Prasetyo mengatakan, rencana itu disiapkan oleh kelompok JAD Yogya, namun aksi itu berhasil digagalkan aparat Densus 88 Antiteror.