Berita Sukoharjo Terbaru

Tak Netral, Panitia Pilkades di Desa Jatingarang, Weru Sukoharjo Terancam Diberhentikan

Seorang panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Jatingarang, Weru berinisial S terancam diberhentikan dari jabatannya.

Tak Netral, Panitia Pilkades di Desa Jatingarang, Weru Sukoharjo Terancam Diberhentikan
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Ilustrasi: TPU di Desa Jimbung sebagian telah dipersiapkan untuk pemilihan Pilkades Klaten periode III, Klaten, Selasa (8/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Jatingarang, Weru berinisial S terancam diberhentikan dari jabatannya.

Dia merupakan panitia penjaringan dalam Pilkades Jatingarang, namun dia turut mengkampanyekan salah satu Calon kepala Desa (Cakades) Jatingarang.

Hal itu diungkapkan Kepala Pengawas Desa Jatingarang, Aziz Muhtaji saat dihubungi TribunSolo.com, Kamis (17/10/2019).

"Pada Senin malam, sekitar pukul 20.00 wib dia mengkapanyekan salah satu Cakades Desa Ngarang saat pertemuan RT warga Dusun Kedungdowo dan Margorejo," katanya.

Sosok Wanita Tangguh Solo, Sarni 45 Tahun jadi Kuli Panggul di Pasar Gede Solo untuk Hidupi Keluarga

Jalan-jalan 3 Hari ke Bali Hanya Rp 1,9 Juta, Bisa Kunjungi Tempat Wisata Populer di Pulau Dewata

Di Desa Jatingarang sendiri memiliki dua Cakades yang bakal maju dalam Pilkades Jatingarang.

Satu Cakades merupakan Petahana, dan pesaingnya merupakan mantan Kades lama yang bersaing akan bersaing kembali.

"Dia secara terang-terangan mengarahkan masyarakat Kedungdowo dan Margorejo untuk memilih Cakades Petahana dengan target suara 80 persen," jelasnya.

Dirias Bubah Alfian, Krisdayanti Disebut Mirip Miss Universe 2015 dan Kim Kardashian

Bersikeras Jadi Oposisi, PKS Tolak Bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana

Panitia Pengawas Desa yang mendapati laporan tersebut, kemudian mengumpulkan barang bukti berupa rekaman dan mengumpulkan saksi.

Karena dianggap tidak netral, S direkomendasikan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk diberhentikan.

"Kami berikan rekomendasi ke BPD untuk diberhentikan, karena melanggar etika kepanitian," imbuhnya.

Aziz mengatakan, pihak juga telah berkoordinasi dengan BPD terkait hal ini. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved