Sebelum Mencoba Diet Sarapan Pisang Ala Jepang, Coba Perhatikan Kekurangan dan Kelebihannya
Banyak orang menyepelekan sarapan. Padahal, sarapan merupakan waktu makan yang penting dan sebaiknya tidak dilewatkan, terlebih jika kamu memiliki ta
TRIBUNSOLO.COM - Banyak orang menyepelekan sarapan.
Padahal, sarapan merupakan waktu makan yang penting dan sebaiknya tidak dilewatkan, terlebih jika kamu memiliki target menurunkan berat badan.
Namun, ketika ingin memiliki berat badan ideal biasanya kita sangat memikirkan kalori defisit.
Sehingga, memilih sarapan yang tepat juga menjadi tantangan tersendiri.
Nah, pola makan ala masyarakat Jepang yang satu ini mungkin bisa menjadi salah satu opsimu.
"Asa Banana Diet" atau diet sarapan pisang adalah pola makan yang cukup populer di Jepang.
• Pilih Pisang Hijau, Kuning, Berbintik, atau Cokelat? Ini Penjelasannya dan Ternyata Bisa Anti Kanker
Aturan pola makannya sederhana saja.
Pola makan ini memanfaatkan nutrisi dalam pisang untuk memercepat penurunan berat badan.
Seperti namanya, seseorang yang menerapkan Asa Banana Diet hanya diperbolehkan makan pisang untuk sarapan.
Namun, pola makan ini memerbolehkan pelakunya mengonsumsi makanan apapun untuk makan siang, makan malam, dan waktu makan camilan.
Secara luas, pola makan ini mengajarkan untuk mengikuti perubahan beberapa pola hidup dan mempraktikkan prinsip kehati-hatian.
Sebab kita juga tidak diperbolehkan makan setelah Pukul 20.00, termasuk mengonsumsi minuman selain air putih.
Diet sarapan pisang tidak mensyaratkan olahraga tertentu.
Tetapi, olahraga ringan tentunya bisa membantu memercepat target penurunan berat badan.
Namun, apakah pola makan ini benar-benar bekerja?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-pisang-bikin-gemuk.jpg)