Breaking News

Hadapi Serangan Mafia Ikan, Menteri KKP Edhy Prabowo akan Tetap Tenggelamkan Kapal Asing

Selain fokus pada penenggelaman kapal asing, Edhy juga memikirkan cara selanjutnya untuk menjaga eksistensi laut Indonesia.

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Setelah 5 hari menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menjanjikan penenggelaman kapal asing akan tetap dilakukan di masa kepemimpinannya.

Dia bilang, penenggelaman kapal penting dilakukan untuk menjaga kedaulatan laut RI.

"Oh ya iya dong (tetap melakukan penenggelaman kapal asing)."

"Kan penenggelaman kapal dilakukan untuk menjaga kelautan negara."

"Kalau kapal begitu (menangkap ilegal) lagi, ya kita tenggelamkan lagi."

"Kenapa harus takut?" kata Edhy saat menemui nelayan di Muara Angke, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Ini Rencana Susi Pudjiastuti, Jika Tak Terpilih Sebagai Menteri Kelautan dan PerikananLagi

Selain fokus pada penenggelaman kapal asing, Edhy juga memikirkan cara selanjutnya untuk menjaga eksistensi laut Indonesia.

Sebab kata dia, menjaga laut Indonesia agar terbebas dari serangan mafia pencuri ikan tidak hanya selesai hanya dengan menenggelamkan kapal ikan pencurinya saja.

Masih banyak cara lain yang harus ditempuh usai menenggelamkan kapal-kapal asing, seperti memperkuat internal Kementerian Kelautan dan Perikanan serta memperketat pengawasan laut oleh Satuan Tugas (Satgas) 115.

"Kalau sudah ditenggelamkan kan enggak ada lagi kapal-kapal asing. Masalah selanjutnya adalah tetap menjaga eksistensi laut."

"Bagaimana caranya? Internalnya diperkuat."

"Pengawasan lautnya diperketat oleh Satgas 115," ujar Edhy, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Mulai Hari Ini Ojol Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo, Disediakan Selter Penjemputan & Kepulangan

Edhy berujar, kekuatan kapal Satgas 115 dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) juga harus diperhatikan.

Sebab, untuk mengejar kapal pencuri ikan diperlukan kapal yang lebih kuat dari para mafia itu.

"Kita lihat, kita punya kapal bener enggak kekuatan kapal kita itu bisa mengalahkan kapal asing? Jangan-jangan kekuatan kapal kita hanya 20 knot sementara kapal asing lebih kuat."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved