Kenaikan Iuran BPJS Dikhawatirkan Hanya Gali Lubang Tutup Lubang

kenaikan iuran BPJS justru dikhawatirkan hanya akan menjadi solusi gali dan tutup lubang

Kenaikan Iuran BPJS Dikhawatirkan Hanya Gali Lubang Tutup Lubang
kompas.com
Ilustrasi BPJS(Kompas.com/Retia Kartika Dewi) 

TRIBUNSOLO.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat ini tengah menyangsikan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bakal diimbangi perbaikan pelayanan rumah sakit kepada pasien peserta BPJS.

Hal tersebut dikarenakan kenaikan iuran hanya semata untuk menekan defisit anggaran pembayaran BPJS ke rumah sakit yang terjadi selama ini.

Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Bagian yang hilang - Funky Kopral : Waktu Terus Berlalu

Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Mawarku - Funky Kopral : Bandnya Bondan Prakoso

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum IDI, Adib Khumaidi, dalam diskusi bertajuk 'BPJS Kesehatan, Kezzeel Tapi Butuh' di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

"Saya masih belum bisa mengatakan bahwa kenaikan iuran akan berdampak pada kualitas pelayanan baik, karena konsepnya hanya berbicara mengatasi defisit saja," kata Adib.

Menurut Adib Khumaidi, kenaikan iuran BPJS justru dikhawatirkan hanya akan menjadi solusi gali dan tutup lubang. Sebab, defisit anggaran tersebut berpotensi terus terjadi selama tidak ada pembenaran sistem secara menyeluruh.

Pemerintah telah memastikan menaikkan iuran BPJS Kesehatan mencapai 100 persen untuk seluruh kelas untuk menekan angka defisit anggaran pengeluaran.

Rencana tersebut telah dimaktubkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres yang telah diteken Jokowi pada 24 Oktober 2019 lalu itu akan mulai berlaku per 1 Januari 2019.

Mulai tahun depan, peserta mandiri kelas 1 harus membayar iuran BPJS Kesehatan hingga Rp 160 ribu dari sebelumnya sebelumnya Rp 80 ribu per bulan.

Untuk peserta kelas II, iuran meningkat dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu per bulan.

Halaman
12
Editor: Eka Fitriani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved