Universitas Terbuka Surakarta Gelar Seminar, Direktur UT: Jangan Minder! Ini Kampus Elit

Dr. Agus mengungkapkan seminar ini penting diikuti agar lulusan UT Surakarta bisa melihat bagaimana perkembangan dunia kerja

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Universitas Terbuka (UT) Surakarta menggelar seminar di Graha Saba Buana, Selasa (10/2/2026). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Terbuka (UT) Surakarta menggelar seminar di Graha Saba Buana, Selasa (10/2/2026).

Direktur UT Surakarta adalah Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si menekankan para calon lulusan untuk tidak perlu minder meski tidak memiliki nama besar.

Pasalnya, UT masuk dalam jajaran kampus elit karena telah meraih peringkat ke-21 dari 4800 perguruan tinggi.

UT menjadi kampus yang tak beda jauh dengan UI, UGM, hingga Unair.

“Dari 4800 perguruan tinggi UT masuk kelompok elit yang 24 itu. Jadi anda jangan minder. Anda itu lulusan perguruan tinggi elit. Anggarannya UT sama dengan UI sama dengan UGM, Unair,” ungkapnya.

Seminar yang diikuti calon wisudawan UT Surakarta ini diisi oleh narasumber Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring M. Sc dengan mengambil tema “Merancang Masa Depan Pasca-Wisuda sebagai Lulusan Universitas Terbuka”.

Baca juga: Universitas Terbuka Menjangkau Dunia! Ramah untuk Diaspora Indonesia dan Pekerja Migran

Dr. Agus mengungkapkan seminar ini penting diikuti agar lulusan UT Surakarta bisa melihat bagaimana perkembangan dunia kerja dengan berbagai teknologi mutakhir.

“Ke depan dunia akan seperti apa kerjaan kerjaan, apa yang hilang, kerjaan kerjaan, apa yang muncul, kemudian juga etika apa yang harus ada kepada kita semua supaya kita bisa hidup dengan damai dengan tentram bahagia.
Karena dunia berubah,” tuturnya.

Termasuk bagaimana internet membuat disrupsi besar-besaran. Pola konsumsi yang berubah membuat sejumlah sektor menurun namun di sisi lain meningkat.

“Mungkin teman teman sudah mengalami sekarang begitu mudahnya belanja sambil tidur gitu ya. Buat Anda hanya beda cara belanja tapi buat toko toko itu kebangkrutan,"

"Banyak merek besar gugur banyak mal mal tutup atau lebih pengunjung karena semua beralih kepada belanja online. Nah, dalam situasi yang demikian anda mau ngapain gitu? Nah ini yang penting untuk kita semua pahami kita semua lakukan,” jelasnya.

Baca juga: UT Surakarta Hadirkan Pendidikan Inklusif, Meretas Batas untuk Wujudkan Mimpi Kawan Difabel!

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved