Lemak Dianggap Bikin Gemuk, Ternyata Ini Manfaat Lemak yang Justru Baik untuk Diet
Lemak sering dianggap sebagai "tokoh jahat" yang menjadi biang keladi kenaikan berat badan.
Pola diet populer seperti diet ketogenik yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat adalah salah satunya.
Diet keto sudah banyak membantu orang menurunkan berat badan, meskipun pola ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli gizi.
Menurut Kristin, lemak juga lebih sulit untuk dicerna daripada nutrisi lain, misalnya karbohidrat.
Sehingga, lemak akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak melalui sistem pencernaan dan membuat kita kenyang lebih lama serta sedikit ngemil.
Karena alasan yang sama, lemak juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh.
Tubuh memerlukan lebih banyak energi (membakar kalori) untuk mencernanya.
Lalu pertanyaannya, berapa jumlah lemak yang disarankan?
Rata-rata orang disarankan mengonsumsi sekitar 30 persen lemak setiap harinya.
Namun, hal ini berdasarkan kondisi tubuh, tingkat aktivitas dan kesehatan seseorang secara umum.
Jika tidak yakin, berkonsultasilah pada dokter atau ahli gizi untuk arahan secara spesifik.
• Ternyata Ini Alasannya, Mengapa Berat Badan Turun Drastis di Awal Diet
Usahakan pula mengonsumsi lemak-lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, kedelai, minyak zaitun, dan ikan berlemak, seperti tuna dan salmon.
Jadi, pada intinya kamu tak perlu menghilangkan lemak dari pola makan harianmu jika ingin menurunkan berat badan atau sekadar ingin sehat.
Pastikan kamu mengonsumsi sumber-sumber lemak sehat serta seimbangkan dengan karbohidrat banyak protein.
(Nabilla Tashandra)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Selalu Bikin Gemuk, Lemak Justru Bisa Bantu Diet"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/makanan-sehat-yang-menggandung-lemak-sehat-atau-omega-3.jpg)