Berawal dari KDRT dan Cemburu yang Dirasakan Ibunya, Anak Tega Membunuh Ayahnya, Begini Ceritanya

Busani (45), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo akhirnya mendekam di rumah tahanan Mapolres Jember.

Berawal dari KDRT dan Cemburu yang Dirasakan Ibunya, Anak Tega Membunuh Ayahnya, Begini Ceritanya
Kolase surya.co.id/sri wahyunik dan dnaindia.com
3 FAKTA TERBARU Kasus Surono Dibunuh Anak & Istri di Jember, Berikut Motif dan Kronologi Lengkapnya 

Dari pernikahan itu, dia dikaruniai tiga orang anak.

Anak pertamanya sudah meninggal dunia.

Kronologi Pembunuhan PNS Kementerian PU, Mayatnya Dicor di Tanah Kuburan, Mengenaskan Kaki Terikat

Anak keduanya, laki-laki bernama Bahar Mario, dan anak ketiganya perempuan bernama Fatim (20).

Busani mengaku mengalami pasang surut dalam berumahtangga.

Memakai bahasa Indonesia yang lancar, perempuan itu menceritakan kenapa dirinya sampai mengamini perbuatan anaknya, Bahar menghabisi nyawa suaminya.

Perbuatan itu dilatarbelakangi cemburu dan sakit hati.

Busani menuturkan, beberapa tahun terakhir, suaminya terbilang sukses.

Hasil panen kopi terbilang banyak setiap tahun.

Dari penuturan pihak kepolisian, hasil panen kopi Surono dan istrinya per tahun mencapai Rp 90 juta- Rp 100 juta.

"Akhir-akhir ini kan dia sukses. Tetapi setelah sukses, dia itu suka jalan sendiri. Tidak ajak-ajak saya. Bahkan lebih sering pergi, atau makan di luar. Biasanya pergi siang, pulang ke rumah itu malam antara jam 10 malam sampai jam 1 malam," tutur Busani.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menginterogasi Bh (anak Surono).
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menginterogasi Bh (anak Surono). ((surya.co.id/sri wahyunik))
Halaman
1234
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved