Curhat Ayah yang 3 Anaknya Jadi Terduga Teroris Bom Medan: Disuruh Ngaji Bagus Malah Kayak Gini
Kesedihannya bertambah karena satu anaknya lagi melarikan diri, juga terkait kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.
"Rencananya mau saya bilangin. Tapi tak lama dia pigi keluar. Habis itu tak pulang-pulang. Kalau si abang masih di kolam. Kawannya pun datang kemungkinan mau ngajak lari karena dia lari juga," katanya.
Bapak kan nyuruh ngaji bagus-bagus, kok kayak gini...
Mengenai penangkapan kedua anaknya dan kaburnya satu anaknya, dia merasa sedih.
Dia memiliki lima anak, satu anaknya yang paling besar perempuan.
Aris (28), Andri (25) dan Fadli (23) masih memiliki satu adik lagi yang masih kecil.
"Kalau sedih ya sedih lah. Kalau salah ya dihukum, kalau tak salah ya jangan dihukum lah. Saya bilang, kok gini kalian. Bapak kan nyuruh ngaji bagus-bagus, masak kayak gini, kami gak tau katanya," ungkapnya.
Mengenai gubuk itu, lanjut dia, hanya ada alat-alat kerja, seperti parang dan cangkul.
Setiap harinya, dia tiga hingga empat kali berjaga di gubuk itu.
Tambak yang dijaganya membudidayakan kepiting dan ikan.
Di gubuk itu lah ketiga anaknya sering duduk-duduk. Ketika ditanya mungkinkah di lokasi itu dijadikan tempat membuat bom, dia menjawab singkat.
"Nggak tahu lah. Nanti kalau ada kan hasil dari polisi itu lah," katanya. (Kontributor Kompas.com Medan/Dewantoro)
Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Tiga Anaknya Jadi Terduga Teroris Bom Medan, Ini Ungkapan Hati Sang Ayah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rudi-suharto-52-merasa-sedih-tiga-anaknya-terkait-bom-bunuh-diri.jpg)