Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kebakaran Gunung Lawu

Gunung Lawu Kebakaran, Ada 6 Pendaki dari Jalur Cemoro Kandang yang Belum Turun

Gunung Lawu Kebakaran, Ada 6 Pendaki dari Jalur Cemoro Kandang yang Belum Turun. "Besok para pendaki itu sudah turun, karena naiknya sudah sejak...

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Ilustrasi : Sejumlah relawan yang berjaga di pos Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Foto diambil 10 September 2018. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM - Hutan di lereng Gunung Lawu, tepatnya pada petak 55 diwilayah desa Sukowidi, Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, Jawa Timur tebakar.

Kebakaran terjadi sejak Jumat (15/11/2019) pagi, yang membuat jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu ditutup.

Ini Kesaksian Pendaki yang Berhasil Turun Saat Terjadi Kebakaran di Gunung Lawu

Kebakaran di Gunung Lawu, Jalur Pendakian Cukup Jauh dari Titik Api

Menurut Eko, penjaga gerbang pandakian Cemoro Kandang, Karanganyar, jalur pendakian di sana sudah ditutup sejak Jumat malam.

"Cemoro Kandang sudah ditutup sejak Jumat malam,"

"Kalau Cemoro Sewu, Magetan sudah sejak kemarin Jumat Sore," katanya, Sabtu (16/11/2019).

Sebelum ditutup, ada enam pendaki yang naik dari jalur pendakian Cemoro Kandang.

Dan ada lima pendaki dari jalur pendakian Cemoro Sewu.

"Besok para pendaki itu sudah turun, karena naiknya sudah sejak kemarin," imbuhnya.

Dia menambahkan, para pendaki masih dalam zona aman, mengingat titik api dengan pendakian berjarak cukup jauh.

"Titik api dengan jalur pendakian Cemoro Sewu berjarak 11 - 12 km, masih aman, namun untuk antisipasi kita tutup jalur pendakian untuk sementara waktu," terangnya.

Api saat ini sudah ditangani oleh pihak terkait seperti dibantu oleh BPBD Kabupaten Magetan dan masyarakat kelompok LMDH (Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan), dan lainnya dengan cara manual.

Karena medan menuju lokasi sangat terjal dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan Damkar.

Dia juga belum dapat memastikan kapan jalur pendakian akan dibuka kembali, mengingat, kondisi lahan yang terbakar masih sangat rawan.

"Yang terbakar hutan pinus, meski dilihat api sudah dipadamkan, namun baranya kalau terkena angin bisa memicu titik api lagi,"

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved