Damkar Sukoharjo Gunakan 2 Metode untuk Basmi Sarang Tawon, Ingatkan Warga agar Tak Gegabah
Sebanyak 400 lebih laporan adanya sarang tawon telah ditangani tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo dari Januari hingga akhir November.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 400 lebih laporan adanya sarang tawon telah ditangani tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo dari Januari hingga akhir November 2019.
Menurut Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, angka tersebut belum termasuk penanganan yang dilakukan sendiri oleh tim relawan lain maupun masyarakat.
Keberadaan sarang tawon utamanya jenis tawon Vespa Affinis Lasser Banded membuat warga khawatir.
Lantaran sengatannya bisa menimbulkan sejumlah luka, dan di beberapa tempat hingga menimbulkan korban jiwa.
"Di Sukoharjo, ada satu korban yang meninggal dunia akibat serangan tawon pada akhir 2018 lalu."
"Untuk tahun ini, kami tidak menerima laporan adanya korban korban meninggal akibat serangan tawon, tapi kalau disengat ada," jelasnya kepada TribunSolo.com, Rabu (27/11/2019).
• Muncul Banyak Sarang Tawon di Desa Sidowayah Klaten Akibat Musim Kemarau, Begini Tanggapan Kades
Dalam menangani pembasmian sarang tawon, pihak Damkar Sukoharjo biasanya mendapatkan laporan dari masyarakat.
Yang kemudian laporan itu akan dicatat, lalu diagendakan untuk pembasmiannya.
"Sebelum kita melakukan tindakan, kita lihat dulu lokasi sarang tawonnya, mudah dijangkau atau tidak."
"Kita tangani dengan cara manual jika lokasonua mudah dijangkai, kalau lokasinya sulit dijangkau, kita semprot dengan air busa (air deterjen)," terangnya.
Selain itu, langkah preventif juga dilakukan pihak Damkar Sukoharjo, untuk mencegah adanya korban akibat serangan tawon.
"Kita sosialisasikan dan kita juga membuat pamflet untuk mengedukasi masyarakat, agar tidak salah mengambil tindakan bila menemui sarang tawon."
"Karena tawon Vespa itu serangannya sangat berbahaya," jelasnya.
• Jumlah Kasus Serangan Tawon Ndas di Klaten Capai 667 Kasus dalam 4 Tahun, 9 Orang Meninggal
Penanganan untuk memusnahakan sarang tawon, menurutnya paling efektif dilakukan pada malam hari.
Karena pada siang hari, tawon banyak yang meninggalkan sarang untuk mencari makan.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak gegabah jika menemukan sarang tawon.
"Jika menemukan sarang tawon segera laporkan kepada kami, nanti pasti akan kami tangani," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/damkar-sukoharjo-giatkan-ott.jpg)