Bengawan Solo Tercemar Limbah
Bengawan Solo Tercemar Limbah Pabrik, Ini Daftar Wilayah Sungai yang Tercemar
Tercemarnya sungai terpanjang di Jawa Tengah itu memberikan sejumlah dampak kepada daerah yang dilaluinya.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aliran sungai Bengawan Solo tercemar limbah pabrik.
Tercemarnya sungai terpanjang di Jawa Tengah itu memberikan sejumlah dampak kepada daerah yang dilaluinya.
Di antaranya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah harus menghentikan pelayanan air untuk 12.000 pelanggan mereka.
Selain itu, Kota Solo juga terdampak pencemaran Sungai Bengawan Solo, khususnya di daerah Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Kondisi itu menyebabkan PDAM Kota Solo juga harus menghentikan pelayanan air kepada para pelanggan selama beberapa hari yang lalu.
• Aliran Bengawan Solo Berwarna Hitam Pekat, Gubernur Ganjar Pranowo sudah Temukan Akar Masalahnya
Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program BBWS Bengawan Solo, Dwi Agus Kuncoro tidak menampik pencemaran air di sungai Bengawan Solo.
Dwi mengatakan, wilayah sungai yang berada di perbatasan antara Kabupaten Sukoharjo dan Kota Solo menjadi salah satu wilayah tercemar.
"Jadi yang tercemar itu di daerah perbatasan antara Sukoharjo dan Solo, (tepatnya) di titik Semanggi yang ada pengelolaan PDAM itu tercemar," kata Dwi kepada TribunSolo.com, Sabtu (30/11/2019).
Dwi menjelaskan, pencemaran wilayah itu disebabkan limbah pabrik ciu yang berasal dari daerah Bekonang, Sukoharjo.
"Itu tercemar, pencemaran karena limbah ciu, minuman ciu dari Bekonang, Sukoharjo," jelas Dwi.
"(Di sana) ada anak sungai yang mengarah ke Bengawan Solo," imbuhnya membeberkan.
• Limbah Industri Batik Cemari Anak Sungai Bengawan Solo, Air Kali Jenes Sampai Berwarna Merah Pekat
Limbah ciu yang dibuang akan menyatu dengan air sungai Bengawan Solo dan itu akan sulit dipisahkan.
"Tercemar itu karena teman-teman PDAM kesulitan memisahkan airnya (dengan) limbah ciu," terang Dwi.
"Jadinya larutan ciu menyatu dengan airnya, dipisahkan jadi sulit, berbeda kalau sedimen, itu bisa dipisahkan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/banjir-di-solo-2.jpg)