Pilkada Solo 2020
Dua Kader Beda Pandangan soal Pencalonan Gibran di Pilkada Solo 2020, Ini Tanggapan Ketua DPC PPP
Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beda pandangan soal pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO -- Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beda pandangan soal pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.
Kader partai berlambang Kakbah itu yakni Imron Supomo dan Johan Syafaat Mahanani.
Imron memilih bergabung dengan gerbong relawan pendukung Gibran, Sinergi Milenial For Gibran (Smile 4G).
Sedangkan, Johan memilih bergabung dengan Paguyuban Wong Solo Peduli Pemilu.
Bersana paguyuban tersebut, ia memilih untuk mengajukan keberatan atas pencalonan Gibran.
Keberatan tersebut diajukan atas dasar Gibran tidak menggunakan hak pilih di Pilkada Solo 2015.
Ketua DPC PPP Kota Solo, Edy Jasmanto membenarkan Imron dan Johan merupakan kader PPP.
• Gibran Dituding Pernah Golput di Pilkada Solo 2015 oleh Paguyuban, Relawan Beraksi, Ini Tanggapannya
• Gibran Disurati karena Dituding Golput oleh Paguyuban Solo, PSI : Manuver Receh, Dibikin Santuy Aja
Namun, ia tidak mempermasalahkan para kadernya berbeda pandangan soal politisi muda PDI Perjuangan itu.
"Tidak mempermasalahkan karena tidak mengatasnamakan partai," tutur Edy kepada TribunSolo.com, Rabu (11/12/2019).
"Pak Imron sama Pak Johan itu atas nama perseorang bukan partai, Pak Imron independen kan itu (Smile 4G), dan Pak Johan itu Paguyuban Wong Solo," imbuhnya membeberkan.
Edy mengatakan, PPP belum memutuskan apakah akan memanggil Imron dan Johan untuk dimintai penjelasan.
• Gibran Dituding Pernah Golput di Pilkada Solo 2015 oleh Paguyuban, Relawan Beraksi, Ini Tanggapannya
• Pakai Kaus Putih & Tampil Santai Sembari Santap Soto di Pasar Gading Solo, Gibran Sebut Sotonya Enak
Terlebih lagi, PPP sampai saat ini belum memutuskan akan mendukung Gibran atau tidak.
"Belum, nanti kalau sudah kita rapatkan, menolak atau mendukung, nanti saja," kata Edy.
"Itu biar demokrasi, boleh seperti itu tidak masalah," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/relawan-gibran1.jpg)